by

Amalan Puasa Sebelum Idul Adha

-Haji & Umrah-600 Views

By Khanzalani

Pemerintah sudah menetapkan, Idul Adha 1442 H jatuh pada hari Selasa pada tanggal 20 Juli 2021. Artinya, tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021 tersebut.

Karena itulah, masih ada kesempatan bagi umat Islam untuk menunaikan puasa sunah seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasullah Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Ada 3 jenis amalan puasa utama pada bulan Dzulhijjah ini.

  1. Puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah
  2. Puasa Tarwiyah: adalah puasa pada hari ke-8 Dzulhijjah atau sehari sebelum Wukuf.
  3. Puasa Ararah: adalah puasa pada hari ‘Arafah, yaitu hari ke-9 pada bulan Dzulhijjah. Puasa ini persis bertepatan saat jamaah haji melakukan Wukuf di Padang Arafah.

Dalam syariat Islam, puasa sunah Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan Arafah sama dengan puasa lainnya. Bedanya pada waktu pelaksaaan saja serta niatnya.

Intinya, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang mulia bagi umat Islam untuk mengerjakan amal shaleh. Yang semua orang bisa melakukannya salah satunya adalah berpuasa sebelum hari Idul Adha.

Disebutkan dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Umar ra. Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (10 hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

1. Puasa 1-7 Dzulhijjah

Puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah adalah amalan mulia yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Dalam sebuah riwayat yang berasal dari Hafshah ra. dia mengatakan:

“Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan, dan shalat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Pada tahun 2021 ini, puasa 1-7 Dzulhijjah bertepatan dengan tanggal 11-17 Juli 2021. Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala. Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala. Namun, niat dalam hati saja sudah cukup.

2. Puasa Tarwiyah

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa keutamaan puasa Tarwiyah di antaranya seperti melakukan puasa selama satu tahun penuh.

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Baca juga  Asal Usul Istilah Tasyrik

Pada tahun ini, puasa Tarwiyah jatuh pada hari Ahad (Minggu), 18 Juli 2021. Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala. Namun, niat dalam hati saja sudah cukup.

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah dikerjakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah atau tepat 1 hari menjelang Idul Adha. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan, keutamaan puasa Arafah akan menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arafah.”

Tata cara puasa Arafah diawali dengan niat puasa di hari Arafah, disunnahkan makan sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, serta berbuka puasa dan menyegerakannya.

Ada tiga keistimewaan hari Arafah di antaranya adalah:

a. Hari Arafah Allah SWT paling banyak membebaskan manusia dari neraka.

Ibunda kaum mukminin, Siti Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟

Artinya: “Tidak ada hari di mana Allâh membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348).

Baca juga  Aktivitas Ibadah Haji 2021 di Tanah Suci Makkah

b. Doa di hari Arafah adalah doa terbaik.

Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” (HR. at-Tirmidzi no. 3585)

c. Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling pokok.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Artinya: “Haji itu adalah Arafah.” (HR. at-Tirmidzi, an-Nasâ’i,dan Ibnu Maajah).

Puasa adalah ibadah spesial. Sampai-sampai para pelakunya diberi kesempatan untuk berdoa yang tak tertolak.

Puasa Arafah termasuk amalan utama sembilan hari pertama dalam bulan Dzulhijjah. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn ‘Abbas, Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ” -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: “وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada suatu hari pun yang amal saleh lebih disukai oleh Allah padanya selain dari hari-hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari Bulan Dzulhijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, “Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah?” Rasulullah Saw. menjawab: Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, terkecuali seseorang yang keluar dengan membawa hartanya untuk berjihad di jalan Allah, kemudian tidak pulang selain dari namanya saja.”

Pada tahun 2021 ini, puasa Arafah jatuh pada hari Senin, 19 Juli 2021.

Berikut bacaan niat puasa Arafah sebelum Idul Adha:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala. Namun, niat dalam hati saja sudah cukup.

Tentu saja banyak amalan lain, di antaranya berdzikir, sholawat, hingga sedekah. Amalan lain yang sangat utama adalah menyembelih hewan kurban.

Semoga kita termasuk hamba Allah yang bisa mengikuti amalan Rasulullah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *