by

AS Tambah 22 Negara Terlarang, Total 100 Negara Masuk Daftar Risiko Sangat Tinggi Covid-19

-Kesehatan-426 Views

By Nanda

SELISIK.COM – Amerika Serikat tampak sangat serius menanggapi penyebaran Covid-19 dari varian Omicron. Melalui Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), AS menyarankan agar seluruh warga negaranya tidak bepergian ke 22 negara.

Negara tujuan tersebut, menurut CDC, terbukti mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19. Dengan penambahan puluhan negara tersebut, daftar negara yang masuk larangan bepergian bagi warga AS pun bertambah.

Negara-negara yang masuk daftar larangan tersebut adalah Israel, Australia, Mesir, Albania, Argentina dan Uruguay. CDC menaikkan rekomendasi perjalanannya ke level 4 atau sangat tinggi dan memberi tahu orang Amerika Serikat bahwa mereka harus menghindari perjalanan ke tujuan tersebut. Negara lain yang dianggap bahaya adalah Panama, Qatar, Bahama, Bahrain, Bermuda, Kepulauan Virgin Inggris, Kepulauan Turks dan Caicos, Suriname, Saint Lucia, serta Bolivia.

Baca juga  Jakarta Sudah Masuk Zona Hijau

Dengan demikian, CDC sekarang sudah memasukkan lebih dari 100 negara dan wilayah di level 4 Covid-19. Lembaga ini juga telah menaikkan 20 negara lainnya ke level 3 atau tinggi, termasuk Uganda, Kuwait, Jamaika, Kosta Rika, dan Kuba.

Bagi warga negara AS yang belum memperoleh vaksinasi, CDC meminta agar mereka harus benar-benar menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan tersebut.

Dengan pengumuman larangan tersebut, Direktur CDC Rochelle Walensky meminta warga AS mematuhinya. Dia juga meminta maaf kepada para pendukung disabilitas setelah komentar yang menyebutkan sebagian besar individu yang meninggal setelah divaksin Covid-19 adalah mereka yang sudah tidak sehat dari awal, termasuk orang-orang tidak takut divaksin.

Baca juga  Aplikasi PeduliLindungi sudah Diunduh oleh 32,8 Juta Orang

Ucapan Walensky telah memicu kemarahan para penyandang disabilitas. “Jumlah kematian yang luar biasa, lebih dari 75% terjadi pada orang yang memiliki setidaknya empat penyakit penyerta. Jadi, sebenarnya ini adalah orang-orang yang awalnya tidak sehat, dan ya, benar-benar berita yang menggembirakan dalam konteks Omicron. Kami benar-benar terpacu oleh hasil ini,” jelas Walensky, seperti dinukil Disabilityscoop.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *