by

Banggar DPR Nilai Target RAPBN 2022 Realistis

Oleh Khanzalani

SELISIK.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah mengapresiasi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pengantar Nota Keuangan RAPBN 2022 dalam sidang DPR.

Said mengharapkan semua target dalam RAPBN 2022 bisa tercapai dan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Kepala Negara menargetkan transformasi produk domestik bruto (PDB) dari sisi pengeluaran yang selama ini didominasi oleh tingkat konsumsi rumah tangga (55 persen) menuju kontribusi ekspor yang lebih besar, dengan per kuartal II-2021 kontribusi ekspor terhadap PDB mencapai 20,3 persen.

Untuk mewujudkan langkah tersebut pemerintah perlu transformasi UMKM yang menghasilkan produk ekspor. Ini karena mesin ekonomi Indonesia adalah sektor UMKM, sekitar 61 persen dari PDB.

Negara tujuan ekspor juga perlu diperluas agar tidak hanya bertumpu pada kawasan ASEAN yang pada tahun lalu berkontribusi sebesar 22 persen. Kinerja ekspor di kawasan di zona Amerika, Eropa, dan Tiongkok perlu diperkuat seiring perbaikan ekonomi.

Kontribusi ekspor nasional pada 2020 ke Amerika Serikat mencapai 12 persen. Lalu, ke Tiongkok mencapai 19,4 persen, dan Eropa mencapai 8,7 persen.

Baca juga  Taksi Online Terkena Ganjil-Genap

Said menuturkan, kinerja ekspor di ketiga kawasan tersebut ditingkatkan. Langkah itu sekaligus memanfaatkan momentum bila The Fed melakukan kebijakan tapering off pada Oktober 2021. “Sehingga walaupun kurs kita tertekan, tetapi devisa kita meningkat karena kinerja ekspor yang baik,” ujar Said dalam keterangan resminya, Senin, 16 Agustus 2021.

Indikator target RAPBN 2022 yang disampaikan pemerintah yakni pertumbuhan ekonomi 5-5,5 persen, inflasi tiga persen, nilai tukar rupiah Rp14.350, suku bunga SUN 6,82 persen, harga minyak USD63 per barel, lifting minyak 703 barel per hari, dan lifting gas 1.035 setara barel per hari.

Target pendapatan negara Rp1.840,7 triliun, target belanja negara Rp2.708,7 triliun, rasio defisit terhadap PDB Rp868 triliun (4,85 persen PDB), transfer ke daerah dan desa Rp770,4 triliun, tingkat pengangguran terbuka 5,5-6,3 persen, tingkat kemiskinan 8,5-9 persen, dan Rasio Gini 0,376-0,378.

Pemerintah dan DPR, menurut Said, sudah menyepakati pembicaraan awal terhadap target asumsi makro, indikator kesejahteraan, dan postur RAPBN 2022. Secara umum Nota Keuangan RAPBN 2022 sejalan dengan pembahasan awal pokok-pokok RAPBN 2022 antara pemerintah dan DPR.

Baca juga  Survei: 86,7% Penerima Insentif Kartu Prakerja Gunakan Dana untuk Beli Sembako

Banggar DPR memberikan catatan dan penegasan kepada pemerintah agar kerangka kebijakan RAPBN 2022 menjawab tantangan di 2022. “Sehingga target RAPBN 2022 secara obyektif memang sangat realistis,” jelas Said.

Said mengatakan target indikator RAPBN 2022 tercapai dengan asumsi pemerintah berhasil mengendalikan pandemi covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki waktu hanya satu semester untuk menaklukkan pandemi. Adapun tantangan menghadapi pandemi covid-19 masih sangat besar.

Misalnya, menurut Said, target realisasi vaksinasi yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara maju, target testing dan tracing yang masih rendah dan naik turun, dan kecukupan fasilitas kesehatan khususnya di luar Jawa yang masih rendah. Karena itu, Said berharap segenap kementerian/lembaga, termasuk pemda meningkatkan kinerjanya.

Covid-19 masih menjadi sumber ketidakpastian terbesar atas situasi ekonomi nasional ke depan. “Pandemi covid-19 menjadi game changer. Bisakah kita lalui pada 2021, tentu sangat bergantung kinerja kita selama enam bulan kita ke depan,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed