by

Batu Bara Belum Tergantikan

-Listrik-1 Views

Dengan lockdown, aktivitas manusia juga berkurang drastis. Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor pribadi menurun karena mereka lebih banyak berada di rumah. Kerja pun dari rumah.

Bahkan, transportasi umum pun bergerak terbatas. Banyak pula negara yang menghentikan transportasi umum untuk sementara. Kalaupun boleh beroperasi, waktu operasional berkurang. Jumlah penumpang dibatasi. Apa dampaknya?

Penggunaan bahan bakar bensin dan solar menurun. Penurunan energi makin terlihat karena penerbangan pun sempat dihentikan dari satu negara ke negara lain. Artinya, permintaan dan penggunaan avtur pesawat terbang juga menurun. Imbasnya, emisi menurun.

IEA memperkirakan emisi CO2 global dapat turun sebanyak 2,6 gigaton pada 2020. Namun, penurunan ini memang harus dibayar mahal. Emisi menurun sejalan dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang juga merusak struktur ekonomi dan kondisi sosial masyarakat.

Baca juga  Bagaimana Cara Kerja Mobil Listrik?

Kemungkinan emisi akan meningkat lagi ketika kehidupan kembali normal. Tetapi untuk mencapai nol bersih pada 2050, dunia membutuhkan pengurangan emisi karbon dengan ukuran yang sama setiap tahun selama 25 tahun ke depan. Ini hanya dapat dicapai dengan perubahan radikal dalam semua perilaku manusia.

Untuk mencapai level tersebut, tentu butuh kerja keras. Bagaimana caranya? Dengan menggunakan sumber daya listrik dan energi secara lebih efisien. Cara lain adalah dengan menerapkan berbagai energi dan teknologi nol dan rendah karbon. Emisi akan berkurang dengan menggunakan sumber energi terbarukan.

Baca juga  Best Electric Cars of 2021 and 2022

Penggunaan listrik untuk kendaraan bermotor juga menjadi langkah yang bijak untuk mengarah ke energi hijau. Menggunakan hidrogen, memanfaatkan teknologi penyimpanan dan penangkapan karbon, dan bioenergi juga bisa menjadi kombinasi yang bagus untuk menipiskan emisi. Tentu saja masih ada cara lain. “Teknologi ini sudah ada saat ini. Tantangannya adalah menggunakannya dengan sesegera mungkin dan dalam skala yang luas,” ungkap Looney.

Pandemi Covid-19 tampaknya memaksa manusia lebih ramah terhadap lingkungan. Langit lebih cerah, udara lebih menyejukkan, emisi banyak berkurang. Barangkali ini pesan dari Tuhan agar manusia mengubah cara hidupnya. Jika tidak, keseimbangan pasti akan terguncang. n

===josOK

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed