by

Belajar Daring Turunkan Kualitas Belajar

-Pendidikan-429 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan bahwa sektor pendidikan di tengah pandemi Covid-19 mengalami banyak perubahan. Pendidikan dipaksa beradaptasi dengan cepat, dari pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

PJJ sebetulnya memberikan dampak positif terhadap kemampuan beradaptasi dalam pemanfaatan teknologi dan informasi. Namun, PJJ daring juga tak luput dari dampak negatif.

“Keterbatasan infrastruktur penunjang pendidikan jarak jauh akan menurunkan capaian kualitas belajar dan kelulusan siswa yang tidak hanya mengukur tingkat kecerdasan tetapi pembentukan karakter anak didik,” kata Bamsoet dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-76 RI, Senin, 16 Agustus 2021.

Baca juga  Indonesia Perlu Segera Inovasi

Pembelajaran jarak jauh, jelas Bamsoet, juga dihadapkan dengan ketimpangan ketersediaan infrastruktur antar wilayah. Ini mengakibatkan sistem pendidikan nasional yang ada belum mampu secara efektif menjadi sarana untuk mewujudkan proses pembelajaran.

“Oleh karena itu, terhadap upaya pemerintah melalui sejumlah paket kebijakan dalam mengatasi pandemi covid-19 beserta dampaknya, kami sangat mendukung sepenuhnya,” katanya.

Pandemi Covid-19, jelas Bamsoet, tidak hanya meruntuhkan sendi-sendi ekonomi, sosial dan budaya, tetapi secara nyata telah membuat banyak orang kehilangan sahabat, kerabat, anak, istri, suami, orang tua dan sanak-saudara yang meninggal dunia akibat covid-19. Ia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga  Angka Buta Huruf Masih Tinggi di Indonesia

“Menjaga jarak, membatasi interaksi, serta melakukan vaksinasi untuk mencegah dan menurunkan tingkat persebaran, tingkat fatalitas dan kematian akibat covid-19,” katanya.

Bamsoet pun mengajak masyarakat membangun kekuatan bersama, mendukung kebijakan pemerintah. Tidak boleh ada lagi pengambilan paksa jenazah yang terkonfirmasi covid-19, apalagi pemalsuan sertifikat vaksin dan test swab PCR. “Tidak ada lagi penimbunan obat, oksigen, dan peralatan kesehatan lainnya, serta tidak ada lagi narasi-narasi kontraproduktif yang mengganggu keprihatinan dan fokus kita bersama dalam menangani pandemi covid-19,” jelasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *