by

BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tembus 5,5%

-Ekobis-625 Views

By Nanda

SELISIK.COM – Januari 2022 tersisa beberapa hari. Banyak pihak semula optimistis menyambut tahun 2022. Namun, optimisme kali ini benar-benar membutuhkan kerja ekstra keras karena kondisi lingkungan belum kondusif.

Nyaris seluruh negara masih menghadapi ancaman pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Bahkan, para pemangku kepentingan lebih sibuk lagi karena muncul varian baru Covid-19 yang bernama Omicron.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) mengaku tetap yakin perekonomian nasional sepanjang 2022 bakal lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan membaik dan bisa berada pada kisaran 4,7% hingga 5,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengemukakan, optimisme pertumbuhan ekonomi yang membaik ini sejalan dengan makin berjalannya pemulihan ekonomi Indonesia. “Ada akselerasi konsumsi rumah tangga dan investasi di tengah tetap terjaganya belanja fiskal pemerintah dan ekspor,” jelas Perry dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2021, Rabu (26/1/2022) .

Syarat perbaikan ekonomi pada tahun 2022, menurut Perry, masih bergantung pada penanganan kesehatan. Yang terutama adalah vaksinasi masih menjadi syarat utama. Tercapainya vaksinasi, menjadi harapan bagi negara dalam mencapai imunitas massal, terkendalinya penyebaran Covid-19, dan terjadinya perbaikan mobilitas masyarakat. Dengan demikian, muncul perbaikan dan pembukaan sektor ekonomi.

Baca juga  Bantu Usaha, OJK Perpanjang Relaksasi Kredit hingga Maret 2023

Perry memperkirakan konsumsi rumah tangga secara umum akan berlanjut ke arah pemulihan. Konsumsi rumah tangga ini bisa tumbuh pada angka 5% semester kedua 2022.

Terkait dengan kinerja perdagangan luar negeri, Perry juga yakin bakal membaik. Dia memperkirakan kinerja ekspor membaik dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Ini seiring dengan masih tingginya permintaan dan harga komoditas global.

Aliran modal juga kemungkinan masih tumbuh. Perry menyatakan kinerja investasi bisa tumbuh membaik seiring dengan kenaikan permintaan domestik, kuatnya kinerja ekspor, serta masih berlanjutnya berbagai pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional. “Bahkan ada optimisme kenaikan penanaman modal asing (PMA) seiring dengan membaiknya iklim investasi di dalam negeri,” ujar Perry.

Khusus mengenai lapangan usaha, Perry yakin beberapa sektor mampu tumbuh kuat dan menopang kinerja ekonomi. Di antaranya adalah sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Meski demikian, dia tetap memperingatkan ada risiko yang perlu diwaspadai. Terutama terkait dengan risiko kenaikan kasus Covid-19.

Baca juga  Indonesia Bahas Pengembangan Manufaktur dan Pemulihan Ekonomi Global dengan Presiden WEF

Pertumbuhan ekonomi domestik RI juga tak terlepas dari kinerja ekonomi global. Laporan World Economic Outlook (WEO) Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) edisi Januari 2022 menunjukkan, setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,9% pada 2021, perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4% pada 2022 atau turun 0,5 persen poin dibandingkan dengan WEO Oktober 2021 dan 3,8% di 2023.

“Kuatnya Perekonomian Indonesia yang sudah terlihat di Tahun 2022 dan berlanjut ke 2023 adalah bukti bahwa penanganan pandemi berbuah signifikan pada relatif cepatnya pemulihan ekonomi Indonesia,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Rabu (26/1/2022).

Febrio menuturkan, kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif pada 2021 dan diperkuat dengan fokus penciptaan tenaga kerja selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022 tentunya menjadi faktor penting. “Kita perlu jaga momentum pemulihan ke depan dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *