Berita Terkini tanpa Kebohongan

Garuda Indonesia Berjuang Cegah Delisting

2 min read
garuda buka fasilitas pengambilan kargo kerja sama dengan angkasa pura kargo

By Zahra

SELISIK.COM – Masalah serius terus menggelayuti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kali ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan potensi delisting saham milik BUMN penerbangan nasional ini.

Perdagangan saham Garuda sudah terkena suspensi selama enam bulan di pasar modal. Dengan kenyataan ini, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku Garuda terus fokus membenahinya. “Untuk itu, saat ini kami tengah fokus melakukan upaya terbaik dalam percepatan pemulihan kinerja melalui proses PKPU,” ungkap Irfan melalui pernyataan resminya, Senin (21/12/2021).

Garuda berusaha menemukan kesepakatan terbaik dalam penyelesaian kewajiban usaha supaya saham Garuda Indonesia bisa kembali diperdagangkan seperti sedia kala.

Delisting saham dilakukan setelah suspensi saham berlangsung sekurang-kurangnya 24 bulan dari waktu pengumuman suspensi. Saham Garuda telah disuspensi selama enam bulan terkait dengan penundaan pembayaran kupon sukuk.

Dengan kondisi ini, jelas Irfan, Garuda akan mengoptimalkan momentum PKPU. Ini dilakukan untuk mempercepat langkah pemulihan kinerja. “Guna menjadikan Garuda Indonesia sebagai perusahaan yang lebih sehat, agile, dan berdaya saing,” ujar Irfan.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia Vera Florida menyampaikan potensi delisting saham emiten penerbangan tersebut merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa. Berdasarkan aturan tersebut, Bursa dapat menghapus saham Perusahaan Tercatat apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka.

Perusahaan Tercatat juga berpotensi delisting jika tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. Ketentuan lainnya yaitu apabila saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Perseroan) telah disuspensi selama 6 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 18 Juni 2023,” jelas Vera.

Saham GIAA disuspensi sejak 18 Juni 2021 karena penundaan pembayaran Sukuk Global yang telah jatuh tempo. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menuturkan keputusan suspensi saham maskapai pelat merah itu bukan merupakan sanksi.

Langkah tersebut justru sebagai upaya BEI dalam memberikan perlindungan kepada investor. “Penghentian sementara perdagangan efek GIAA bukan merupakan sanksi, melainkan sebuah tindakan perlindungan investor di satu sisi,” jelas Nyoman.

Menurut Nyoman, tindakan ini juga memberikan kesempatan kepada manajemen Garuda untuk memperbaiki kelangsungan usaha perseroan. Ini akan mempercepat GIAA menyelesaikan penyebab dari penghentian sementara sahamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.