by

Hebitren Berkembang Pesat dalam Dua Tahun Terakhir

-Ekobis-233 Views

By Khanzalani

SELISIK.COM – Selama dua tahun terakhir Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) berkembang sangat pesat. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menyatakan, ada 17 koordinator wilayah dan 320 pesantren di seluruh Indonesia.

Hebitren menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan yang tinggi dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Sugeng menuturkan, ini menjadikan pesantren sebagai salah satu garda terdepan dalam pemulihan konsumen nasional.

Pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang menjadi fokus Bank Indonesia dalam pemberdayaan ekonomi syariah. Bank Indonesia pun mendorong ekonomi dan keuangan syariah menjadi arus baru perekonomian nasional serta mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Menurut Sugeng, usaha syariah menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan 8,2 persen year on year (yoy) dalam situasi yang tak menentu karena pandemi. Capaian ini lebih tinggi dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang sebesar 7,07 persen pada kuartal II 2021.

Baca juga  Arab Saudi Antisipasi Injeksi 1 Triliun Riyal untuk Teknologi 4IR

“Pertumbuhan perekonomian syariah harus dimanfaatkan dengan baik oleh pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan menjadi salah satu ciri khas Indonesia. Pesantren dapat menjadi sentra kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia karena pesantren berbasis komunitas dan tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Sugeng saat pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Hebitren secara virtual, Senin (25/10/2021).

Holding pesantren dalam bentuk himpunan ekonomi bisnis menjadi salah satu strategi penting bagi penguatan dan akselerasi pengembangan unit usaha pondok pesantren. Sugeng menyatakan, tiga pilar strategi yang diterapkan BI bagi pesantren yakni pemberdayaan ekonomi syariah yang diterjemahkan melalui penciptaan ekosistem secara end-to-end melalui peningkatan kapasitas yang tidak hanya di pelaku usaha namun juga mencakup penguatan infrastruktur industri halal serta aspek kelembagaan pondok pesantren melalui herbitren.

Yang kedua, yaitu terus mendorong pengembangan dan pendalaman pasar keuangan syariah. “Ini sangat penting dilakukan bagaimana bisa tersedia berbagai instrumen keuangan komersial dan sosial berbasis syariah yang mendukung kegiatan ekonomi,” kata Sugeng.

Baca juga  BI Optimistis Tahun Depan Ada 15 Juta Pengguna Baru QRIS

Pilar ketiga adalah penguatan riset, asesmen, dan edukasi yang akan menjadi dasar penting mengembangkan perekonomian syariah serta edukasi yang diharapkan bisa meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat Indonesia yang saat ini masih cukup rendah. Ada tiga aspek penting yang perlu mendapat perhatian untuk mengembangkan pesantren.

Pertama menyangkut aspek penguatan kelembagaan yang terdiri dari penguatan tata kelola, profesionalisme, dan akuntabilitas. BI telah mengembangkan aplikasi sistem akuntansi Pesantren Indonesia yang disingkat Santri. Aplikasi yang dapat mempermudah pencatatan transaksi sehingga pada akhirnya dapat tercipta laporan keuangan yang terstandardisasi sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Khusus aspek kedua adalah optimalisasi sumber daya regional dan digitalisasi melalui studi kelayakan, transfer of knowledge, teknologi digital dan sistem pembayaran. Aspek ketiga yakni sinergi dan kolaborasi dengan legislatif, pemerintah, pelaku usaha, media massa, asosiasi, dan masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *