by

Indonesia dan Korea Selatan Sepakat Garap Critical Minerals

-Energi-107 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat memperdalam kerja sama bilateral dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang pengembangan critical minerals.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi kedua negara sebagai tindak lanjut pertemuan The Indonesia – Korea Energy Forum (IKEF). “Melalui MoU ini kedua negara dapat bertukar informasi dan sumber daya manusia di sektor critical minerals serta mendukung kerja sama proyek antarsektor swasta kedua negara,” ungkap Arifin sebelum melakukan penandatanganan MoU yang juga disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea Moon Sung Wook di Jakarta, Senin (21/2/2022).

Arifin mengakui sejak memiliki perjanjian (agreement) antara Indonesia dan Republik Korea terkait kerja sama di bidang energi dan mineral, ditandatangani pada tahun 2002, kedua negara saling menjalin hubungan yang baik di tingkat pemerintahan maupun sektor swasta.

Baca juga  Iran Mampu Menghasilkan 8.000 MW Listrik Nuklir

Penandatanganan MoU dilakukan antara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin dengan Director General for Resources Industry Policy MOTIE Korea. Kerja sama model Government to Government (G to G) ini pertama kali diinisiasi oleh Korea melalui pertemuan ke-12 IKEF dengan judul MoU on Cooperation in the Field of Mineral Resources.

Pada 19 Januari 2022, Korea kembali menyampaikan urgensi MoU terkait mineral beserta draft MoU yang baru kepada Indonesia yang terdiri atas: Draft MoU on Cooperation on Critical Mineral antara Kementerian ESDM dan Ministry of Trade, Industry and Energy of the Republic of Korea (MOTIE) dan Draft The Joint Statement of Cooperation for Cooperation on Establishing Cooperative Partnership for Critical Minerals antara Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation (KOMIR) dan Mind ID.

Baca juga  Menteri BUMN Minta PLN Pasok Listrik Berkualitas ke Blok Rokan

Sebelumnya, kerja sama bilateral di subsektor minerba sudah pernah dijalin dengan melaksanakan proyek kerja sama melalui proyek pengolahan pasir air asam tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada periode 2014 – 2016 dengan nilai proyek USD3,2 juta. Keduanya kembali meneken kerja sama lanjutan untuk mendukung program remediasi tanah tercemar merkuri di Kalimantan selama 5 tahun (2020 – 2025) dengan nilai USD4,6 juta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed