by

Indonesia Dapat Tawaran Program Visa Pertanian dari Australia

-Ekobis-146 Views

By Nanda

SELISIK.COM – Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama bilateral. Kali ini kerja sama kedua negara terkait dengan sektor pertanian.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, salah satu tawaran program dari Pemerintah Australia adalah Agriculture Visa Program. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di Australia agar bisa bekerja di bidang pertanian.

Australia menawarkan program tersebut, jelas Airlangga, saat menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Wilayah Utara Australia David Littleproud MP di Jakarta pada Rabu (26/1/2022) lalu. “Kami menghargai tawaran Program Visa Pertanian Australia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Karena ada perbedaan kondisi pertanian Indonesia dan Australia, kata Airlangga, perlu dilakukan berbagai pelatihan pendahuluan dan penyesuaian. Terutama yang berkaitan dengan kesiapan untuk tinggal di Australia dan isu sosial lainnya.

Tawaran program kerja sama tersebut berjalan seiring dengan kerja sama people to people link yang telah disediakan dalam skema IA-CEPA, seperti Program Pertukaran Keterampilan, Pelatihan Berbasis Tempat Kerja, dan peningkatan kuota untuk Visa Kerja dan Liburan.

Baca juga  Kemenkop UKM Dorong Gerakan Womenpreneurs

Pertemuan petinggi kedua negara membahas berbagai sektor kerja sama pertanian yang mencakup perdagangan sapi dan daging sapi beserta produk susu sapi, gandum, pupuk urea, hingga tawaran Australia terkait Program Visa Pertanian. Kedua menteri membahas mekanisme implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA bidang pertanian, bagaimana meminimalisasi hambatan teknis, dan meningkatkan produksi untuk memperbesar volume perdagangan kedua negara.

Littleproud menuturkan, pengaruh cuaca dan depopulasi sapi memengaruhi jumlah pasokan dan harga sapi di Australia. “Namun kebijakan pragmatis telah diambil Pemerintah Australia untuk mengatasi tantangan tersebut dan memenuhi tuntutan pasar,” jelas Littleproud.

Australia sebagai produsen gandum terbesar di dunia menjadi pemasok utama kebutuhan gandum Indonesia. Gandum adalah bahan baku untuk industri mi instan, pasta, dan biskuit.

Sepanjang 2021, menurut Airlangga, impor gandum Indonesia dari Australia meningkat. Akan tetapi, peningkatan impor bahan baku tersebut sejalan dengan kenaikan ekspor produk turunan gandum Indonesia yang bernilai tambah tinggi ke beberapa negara tujuan internasional.

Baca juga  Alice, Pesawat Penumpang Listrik Pertama, Siap Terbang

Khusus terkait dengan acara Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Airlangga mengajak Pemerintah Australia untuk bekerja sama dan mendukung inisiatif Indonesia dalam menyukseskan berbagai agenda. Petinggi Partai Golkar ini juga mengajak Australia berpartisipasi dalam concrete deliverables berupa proyek terkait tiga agenda prioritas G20 yang diusung Indonesia, yakni kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan isu transisi energi.

Littleproud juga memberi perhatian pada masalah kesehatan. Dia menuturkan, Australia berkomitmen untuk mengirimkan 20 juta dosis vaksin hingga pertengahan 2022 untuk kawasan Indo-Pasifik.

Persoalan energi juga mendapat perhatian kedua menteri tersebut. Terkait dengan isu transisi energi, Indonesia dan Australia memiliki kesamaan pandangan tentang perlunya komitmen pengurangan emisi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta pengembangan produksi mobil listrik dan baterai.

Airlangga berharap kerja sama Indonesia dengan Australia terus terjaga dengan baik. Karena itulah, pembicaraan dengan Menteri Pertanian Australia menjadi momen yang penting.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed