by

Industri Asuransi Harus Inovatif

-Ekobis-120 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menilai industri asuransi perlu inovasi untuk meningkatkan proteksi kesehatan masyarakat pada masa mendatang. Terutama pada masa pandemi covid-19 yang belum bisa dipastikan akhirnya.

“Kita menyadari dan banyak ahli yang menyampaikan bahwa covid-19 mungkin bukan hanya sebagai pandemi tapi mungkin akan stay sebagai epidemi,” ujar Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, saat menghadiri Peresmian Sentra Vaksinasi Bersama AAUI dan Indonesia Re Group secara virtual dilansir Antara, Minggu, 1 Agustus 2021.

Kartika mengajak asuransi maupun OJK dan BUMN melihat inovasi ke depan supaya proteksi kesehatan masyarakat bisa berjalan bersama. Dengan demikian, tidak hanya menangani pandemi, tetapi juga menciptakan program proteksi yang bisa menjangkau seluruh masyarakat.

Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberian berbagai macam suplemen dan juga cakupan atau coverage yang baik terhadap kesehatan masyarakat menjadi penting dan menjadi program jangka panjang. Ini penting sehingga imunitas dan resiliensi masyarakat terhadap epidemi-epidemi berikutnya di masa akan datang bisa meningkat.

Baca juga  Pemerintah Target 10 Pelabuhan Pakai Ekosistem Logistik Nasional

Dalam rangka mengelola dan menurunkan dampak dari pandemi covid-19, menurut Tiko, pemerintah telah melakukan berbagai program dan vaksinasi merupakan program yang paling utama dalam mendorong kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencapai 70-80 persen masyarakat Indonesia tervaksinasi pada akhir tahun ini.

“Tentunya dalam hal ini, partisipasi dari berbagai pihak swasta, BUMN, K/L, dan sebagainya, menjadi penting, mengingat percepatan ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, terutama bukan hanya di Jakarta, tapi juga di luar Jakarta yang saat ini memang masih rendah untuk bisa bersama-sama mendorong tercapainya target tersebut,” ujar Tiko.

Menurut Tiko, dengan tersebarnya varian Delta yang sekarang menjadi tantangan utama di dunia, bukan hanya di Indonesia, percepatan vaksinasi menjadi lebih krusial lagi. Pemerintah juga terus mendorong importasi dari berbagai vaksin yang dibeli dari luar negeri dan juga distribusi ke seluruh dinas kesehatan di seluruh Indonesia.

Baca juga  Menkeu Menyatakan 2020 Menjadi Tahun Sulit Bagi APBN

“Kita terbuka dan tentunya kita apresiasi peran dari OJK dan industri asuransi yang terus mendorong vaksinasi bersama dengan program masyarakat dan CSR baik dalam micro size ataupun dalam bentuk vaksinasi sentra besar yang dilaksanakan oleh OJK dan sektor perbankan diharapkan terus berjalan. Jadi tidak hanya sekali dua kali, tapi terus berjalan,” ujar Tiko.

Tiko menjelaskan, tingkat kemanjuran atau efikasi dari vaksin yang saat ini ada, masih terus dikaji. Informasi yang beredar disebutkan bahwa ada jangka waktu yang membuat vaksin tersebut menurun efikasinya, sehingga perlu dilakukan vaksinasi ulang.

“Oleh karena itu, program vaksinasi bukan hanya program sekali, namun program yang mungkin berulang sampai dengan beberapa periode ke depan,” ujar Tiko.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed