Berita Terkini tanpa Kebohongan

Juli 2021, BLT Anak Sekolah Rp 4,4 Juta Sudah Cair

2 min read
PJJ pembelajaran jarak jauh

 

By Zahra

SELISIK.COM – Demi melancarkan proses belajar anak didik, pemerintah mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi anak sekolah pada Juli 2021. Ini adalah bagian dari bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat miskin selama PPKM Darurat.

BLT anak sekolah adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH). Nilainya mencapai Rp 4,4 juta per tahun. Hitungannya, jika satu keluarga memiliki anak sekolah SD, SMP, dan SMA., rinciannya adalah BLT untuk siswa SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta, dan SMA Rp 2 juta.

Nah, untuk mengecek Anda menjadi penerima atau tidak, maka lihatlah di laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Dalam situs tersebut, masukkan semua data yang dibutuhkan kemudian akan keluar informasi apakah kamu terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para penerima BLT sekolah, yaitu:

  1. Memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  2. Terdaftar di lembaga pendidikan formal (SD/SMP/SMA/SMK) dan non formal (PKBM/SKB/LKP) di daerah masing-masing
  3. Terdaftar di Data Pokok Pendidikan Lembaga Pendidikan
  4. Bagi yang tidak memiliki KIP, bisa melakukan pendaftaran dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ke lembaga dinas pendidikan setempat.
  5. Bagi yang tidak memiliki KKS, orang tua siswa bisa meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW hingga kelurahan masing-masing.

BLT anak sekolah dicairkan empat kali, yakni Januari, April, Juli, dan Oktober. Pencairannya melalui bank pemerintah, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero).

Dengan bantuan ini, diharapkan masyarakat bisa terbantu selama pandemi Covid-19 ini. Anak-anak sekolah juga berhak mendapatkan bantuan kuota internet untuk mendukung belajar jarak jauh.

Pemerintah sudah menetapkan keputusan akan memperpanjang subsidi kuota internet bagi siswa dan tenaga pendidik sampai Desember 2021. Pada Mei 2021, pemerintah telah memberhentikan subsidi ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah akan mengalokasikan tambahan Rp 5,54 triliun bagi 38,1 juta penerima yang terdiri dari siswa, orang tua siswa, dan tenaga pendidik. “Ini akan ditambah Rp 5,54 triliun dari yang sudah dialokasikan sebelumnya sebesar Rp 3 triliun,” jelas Sri Mulyani saat konferensi pers evaluasi PPKM Darurat, Senin (19/7/2021).

Menurut Menkeu, pemerintah akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama terhadap seluruh sektor pendidikan, termasuk sekolah keagamaan, madrasah, dan pesantren. “Jadi kami akan bersama kementerian pendidikan dan kementerian agama karena ini menyangkut semua sekolah termasuk sekolah keagamaan, madrasah, pesantren, ada 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik,” jelas Menkeu.

Adapun target penerima subsidi kuota tersebut mencakup empat sektor, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar 20 GB per anak, siswa 35 gigabyte (GB) per orang. Mahasiswa mendapatkan 50 GB per orang, lalu guru atau dosen sebesar 42 GB per orang. “Dengan aturan harga kuota per gigabyte sebesar Rp 2.750,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.