by

Kasus Omicron Terbanyak dari Arab Saudi, Terutama Pekerja Migran

-Kesehatan-396 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Pandemi Covid-19 masih belum teratasi. Para pakar tak mampu memperkirakan akhir dari musibah berskala global ini.

Pemerintah Indonesia pun benar-benar mewaspadai Omicron, varian baru yang sudah muncul di banyak negara. Salah satu langkah untuk mencegah penyebaran varian ini adalah mewaspadai para pendatang dari luar negeri ke Tanah Air. Mereka paling rentan membawa virus ke Indonesia.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Arab Saudi menjadi penyumbang terbanyak kasus corona varian Omicron. Mayoritas kasus terjadi pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Arab Saudi. “Dari sisi kedatangan PPLN paling banyak Arab Saudi terutama PMI,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam acara virtual, Sabtu (22/1/2022).

Pemerintah, jelas Nadia, masih mengevaluasi kontribusi jamaah umrah terhadap peningkatan kasus Omicron di wilayah Indonesia. Kasus terbanyak kedua bersumber dari Turki. Para wisatawan asing atau orang Indonesia yang pulang dari bepergian ke Turki pun berpotensi membawa varian Omicron.

Baca juga  Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Melonjak

Data menunjukkan, hingga tanggal 21 Januari 2022 pemerintah sudah mencatat ada 1.161 kasus Omicron di Indonesia. Dari jumlah itu, menurut Nadia, ada 831 transmisi kasus Omicron dari pelaku perjalanan luar negeri, 282 transmisi lokal, dan 48 kasus yang belum diketahui asal transmisinya.

Secara detail, sebaran kasus Omiron per 21 Januari 2022 yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri adalah 33 kasus transmisi tidak diketahui asal negaranya, 28 kasus dari Singapura, 28 kasus dari Qatar, 20 dari Inggris (UK), 16 dari Rusia, masing-masing 15 kasus dari Spanyol, Hongkong, dan Australia, 13 kasus dari Jepang, 10 kasus dari Perancis. Kasus lain adalah masing-masing 9 kasus dari Taiwan dan Filipina, masing-masing 8 kasus dari Kenya dan India, 7 dari Finlandia, masing-masing 6 kasus dari Jerman dan Guinea, 5 kasus dari Pakistan.

Ada 4 kasus dari Ukraina, Malawi, Korea Selatan, China, dan Brunei Darussalam; 3 kasus masing-masing dari Republik Kongo, Portugal, Mauritius, dan Italia; 2 kasus dari Yunani, Yaman, Oman, Mesir, Malta Lebanon, Kazakhstan, Etiopia, Belarus, dan Belanda.

Baca juga  Pandemi Covid-19 Diperkirakan akan Jadi Endemik

Masing-masing menyumbang satu kasus transmisi dari Thailand, Tanzania, Suriah, Sri Lanka, Selandia Baru, Republik Dominika, Nigeria, Mozambik, Meksiko, Liberia, Kirgizstan, Kanada, Irlandia, Bangladesh, dan Bahrain.

Ciri dan Gejala

Ciri-ciri atau gejala varian Omicron sedikit berbeda dibandingkan dengan varian lainnya. Beberapa pakar menyatakan gejala varian Omicron lebih ringan.

Kepala Asosiasi Medis Afsel, dokter Angelique Coetzee, menuturkan gejala Omicron sangat berbeda dari varian Delta. Gejala Omicron sangat mirip dengan gejala pilek atau flu. Ciri-ciri gejala varian Omicron adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Tenggorokan gatal

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, gejala umum varian Omicron yang terdeteksi adaalah:

  • Batuk kering dan tenggorokan gatal (89 persen)
  • Letih (65 persen)
  • Hidung tersumbat (59 persen)
  • Demam (38 persen)
  • Mual (22 persen)
  • Napas pendek atau kesulitan bernapas (16 persen)
  • Diare (11 persen)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *