by

Kemendikbudristek Fokus Belanja Produk TIK

-Pendidikan-424 Views

By Khanzalani

SELISIK.COM – Pemerintah makin menggalakkan gerakan produk dalam negeri. Buktinya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pun mendukung penuh program belanja produk dalam negeri (PDN) di sektor pendidikan, khususnya penyediaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Menurut Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri, kegiatan belanja produk TIK di sektor pendidikan saat ini difokuskan untuk mendorong digitalisasi sekolah sebagai upaya mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan. Kebutuhan belanja fasilitas TIK di sektor pendidikan hingga 2024 berdasarkan proyeksi Kemendikbudristek mencapai Rp 17 triliun.

Adapun total belanja TIK sektor pendidikan tahun 2021 sebesar Rp 3,7 triliun dengan rincian Rp 1,3 triliun (189.165 laptop) dari anggaran Kemendikbudristek dan Rp 2,4 triliun (242.565 laptop) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2021. “Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” jelas Samsuri, Jumat (23/7/2021).

Baca juga  Mas Menteri Gelar Lomba Rayakan Merdekamu

Ada enam produsen laptop dalam negeri yang terlibat dalam proyek pengadaan laptop di sektor pendidikan. Perusahaan tersebut adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), PT Tera Data Indonesia, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan PT Acer Manufacturing Indonesia.

Untuk memperkuat tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan sesuai prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik, maka pelaksanaan pengadaan barang dan jasa (PBJ) fasilitas TIK di sektor pendidikan wajib memenuhi standar dan prosedur yang diatur oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pihak yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan PBJ tersebut wajib mendaftarkan diri dan menyediakan produk dalam e-katalog sesuai standar LKPP. “Demikian juga pihak industri TIK dalam negeri yang akan berpartisipasi untuk menyediakan produk TIK agar dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian sehingga produknya memenuhi TKDN,” tutur Samsuri.

Baca juga  KIDS FAIR RS UII

Pemerintah menilai produk dalam negeri pada bidang pendidikan, khususnya produk teknologi dan informasi (TIK) masih rendah dibandingkan dengan produk impor. Karena itulah, pada masa mendatang pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri pada sektor pendidikan.

“Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah dengan target Rp 17 triliun pada 2024,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021) lalu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *