by

Keterisian Tempat Tidur Wisma Atlet Turun Jadi 27,5%

-Kesehatan-32 views

By Zahra

SELISIK.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun Level 4 tampaknya memberikan dampak positif pada penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di RS Darurat Wisma Atlet.

Menurut Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini, sebulan lalu keterisian tempat tidur di rumah sakit darurat corona ini mencapai 90 hingga 94 persen. Bahkan, saat itu terlihat dari luar semua lampu di tower RS tersebut menyala yang menandakan ruangan terisi pasien.

Saat ini, menurut Faldo, keterisian tempat tidur di RS Wisma Atlet telah turun menjadi 27,5 persen saja. “Sebulan yang lalu sempat tembus 90 persen, bahkan sampai 94 persen. Lampu nyala semua. Hampir semua kamar terpakai,” jelasnya.

Baca juga  RI Terima Bantuan 450 Ribu Vaksin AstraZeneca dari Belanda

“Setelah PPKM, angkanya turun signifikan, sampai ke angka 27,5%. Ini kemajuan yang mengagumkan,” kata Faldo dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021).

Pemerintah, ungkap Faldo, akan mempertahankan capaian positif ini. Kesempatan yang sekarang ada dapat digunakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih optimal seraya tetap waspada untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi di depan.

“Menurut kami, ini kerja semua orang. Masyarakat berkorban besar,” ujar Faldo.

Pemerintah memilih kebijakan yang tepat. “Maka, kita mulai melihat hasil sementara. Fasilitas kesehatan kita dapat di-recharge. Dipersiapkan ulang, waspada bila ada kemungkinan yang terjadi di depan,” ujar Faldo.

Kemampuan memahami pandemi Covid-19 dari semua pihak mengalami kemajuan. Komitmen pemerintah untuk terus mencari format terbaik adalah kunci dari keberhasilan.

Baca juga  Vaksin Gratis buat Anggota Kagama & Keluarga

“PSBB kan terdesentralisasi, kita belajar cepat, harus ada yang lebih top-down, urus wabah mesti ada arahan dari atas, yang di bawah dukung arahan-arahan itu. Ya, ini buah keberhasilan itu,” kata Faldo.

“Kemarin, Pak Gubernur DKI Anies juga puji kebijakan ini, memberikan hasil. Kepala daerah lain pun harusnya juga merasakan dampak yang sama. Kuncinya satu, keberanian mencoba berbagai skenario,” tutur Faldo.

Tentu saja ini kabar baik. Keterisian tempat yang menurun adalah indikasi yang sangat baik. Artinya, jumlah orang yang sedang dirawat inap di rumah sakit tersebut berkurang.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed