by

Korsel tak Ingin Ada Pembangunan PLTN Baru

-Nuklir-361 Views

By Nanda

SELISIK.COM – Pandangan negara terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mulai berubah. Dulu banyak negara yang mendukung pembangunan PLTN karena dianggap sebagai sumber energi yang paling aman, bersih, dan efisien. Namun, saat ini mulai ada pergeseran terhadap persepsi tersebut.

Korea Selatan (Korsel) pun memandang PLTN bukan lagi sebagai alternatif sumber energi listrik masa depan. Pemerintah Korsel menilai tak perlu ada pembangunan PLTN baru, kecuali penyimpanan dan pembuangan yang aman dari limbah radioaktif tingkat tinggi termasuk bahan bakar nuklir bekas dapat dijamin.

Baca juga  PLTN Sumbang 20% Listrik AS Sejak 1990

Sebanyak 24 pembangkit nuklir saat ini sedang beroperasi di Korsel. Namun, kini perdebatan sedang berlangsung mengenai apakah peningkatan jumlah itu tepat. “Jawaban saya adalah bahwa pemerintah tidak memiliki pandangan yang baik tentang perluasan energi nuklir,” kata Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel Moon Sung-wook pada konferensi pers di Kompleks Pemerintah Sejong, seperti dinukil The Korea Times, beberapa waktu lalu.

Sikap tegas itu menyusul pertanyaan apakah Korea harus melanjutkan operasi pembangkit listrik tenaga nuklir yang saat ini dihentikan, seperti yang disarankan oleh calon presiden yang berkuasa dan oposisi di tengah melonjaknya harga energi.

Baca juga  Eropa Berada di Tengah Perlambatan PLTN

“Tidak pantas bagi saya untuk menilai pendapat calon presiden, tetapi saya harus mengatakan peningkatan ketergantungan energi nuklir tidak diinginkan, mengingat kurangnya langkah-langkah khusus untuk mengelola limbah yang sangat berbahaya,” katanya.

Di bagian tertentu negara, ada masalah yang belum sepenuhnya ditangani. “Pedoman pembuangan limbah radioaktif tingkat tinggi pertama kali digariskan di bawah pemerintahan sebelumnya, tetapi diskusi sejak itu terhenti karena kurangnya partisipasi oleh para ahli dan pemangku kepentingan swasta,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *