by

LPM Rempoa Berlatih Digital Branding dari Dosen UBSI

-Kampus-424 Views

By Mentari

SELISIK.COM – Dampak pandemi virus corona sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Dalam waktu yang cukup singkat, pola pemasaran pun berubah terlebih ketika diberlakukan social distancing, serta pembatasan secara mikro.

Para pelaku usaha harus memutar otak agar bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen sebagai strategi brand bertahan di tengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis mengoptimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya.

Untuk membantu mengatasi dampak pandemi, dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi bersama dosen Prodi Manajemen serta sejumlah anggota pelaksana dari mahasiswa prodi tersebut yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (27/3/2022). Bertempat di Aula LPM Rempoa, tepatnya di Jalan Pahlawan RT 01 RW 07 No 75 Rempoa, tim pelaksana pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Rd Bily Parancika, M.Pd. sukses menggelar acara tersebut berkat kerja sama yang baik dengan seluruh tim, di antaranya dengan Fauzan Akbar Albastiah, S.E., M.Ak., Warsono,,S.E., MM., dan Fauzi Isnaen S.E., M.Ak. Sejumlah mahasiswa FEB UBSI juga terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ikhwatul Sahra, Arjuna Setya Nugraha, Amara Ayu Balqis dan Sherly Arsanti Nariswari.

UBSI, Universitas Bina Sarana Informatika, pengabdian masyarakat UBSI, pendidikan tinggi, perguruan tinggi, tridarma perguruan tinggi

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan. Tujuan utama pembentukan lembaga ini adalah untuk meningkatkan prakarsa dan swadaya masyarakat dalam menjalankan program pembangunan secara partisipatif.

Salah satu program pembangunan desa secara partisipatif adalah dengan adanya usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh masyarakat desa itu sendiri. Usaha tersebut menjadi sarana ekonomi bagi kehidupan masyarakat, menyediakan lapangan  pekerjaan, menjadi tombak dalam kenaikan nilai produk domestik bruto, meningkatkan kualitas SDM, serta memajukan perekonomian masyarakat.

Akan tetapi, memulai UKM tidak luput dari berbagai hambatan dan rintangan. Di antaranya, jumlah produksi terbatas, menemukan pelanggan, modal bisnis yang tidak banyak, sampai tidak adanya tempat untuk berbisnis. Dengan semakin canggihnya perkembangan zaman, maka tidak perlu lagi mengkhawatirkan tempat untuk berbisnis karena saat ini semua sudah dapat dilakukan secara online.

UBSI, Universitas Bina Sarana Informatika, pengabdian masyarakat UBSI, pendidikan tinggi, perguruan tinggi, tridarma perguruan tinggi

Salah satu teknik yang dapat dilakukan pada saat memulai usaha kecil dan menengah adalah dengan digital branding. Digital branding memungkinkan bagi para pemilik usaha untuk dapat memperluas pasarnya karena kegiatan branding ini dapat dilakukan lebih mudah dan menjangkau lebih banyak audiens. Dengan demikian, adanya sosialisasi digital branding bagi pemilik usaha kecil dan menengah di Lingkungan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Rempoa melalui media sosial dapat membantu masyarakat di lingkungan LPM Rempoa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menjadikan masyarakat lebih produktif.

Digital branding menjadi salah satu cara yang solutif mempromosikan dan memasarkan produk atau jasa,” ungkap Rd Bily Parancika, M.Pd selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Karena itulah, mereka membutuhkan pelatihan rutin. Digital branding menjadi salah satu materi pelatihan yang penting pada era saat ini.

“Pelatihan digital branding ini diharapkan bisa membantu meningkatkan penjualan dan pemasaran yang lebih efektif dibandingkan pemasaran konvensional saat ini, mengingat saat ini kondisi pandemi,” ujar Bily.

Dengan perkembangan teknologi informasi dan pemasaran yang sangat cepat, dan media branding yang beragam mulai dari Instagram, Facebook, dan e-commerce yang begitu banyak generasi muda dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan strategi pemasaran terbaik dan tepat untuk memasarkan dan mengenalkan produk usaha mereka. “Sehingga dapat meningkatkan penjualan dan menekan biaya lebih efisien,” tutur Bily.

Worsono, S.E., M.M selaku tutor pada kegiatan tersebut juga membagikan beberapa tips dan trik penting yang harus dipahami dan dilakukan oleh para pemilik UKM di lingkungan LPM Rempoa. Dia mengenalkan definisi digital branding, strategi digital branding, dan media untuk digital branding yang dapat digunakan.

“Para pengurus dan anggota juga belajar bagaimana penerapan digital branding baik pada media personal atau dengan media berbayar di mana menjadi trend dengan kondisi saat ini,” ungkap Warsono. Masalah yang kerap terjadi, para pengurus karang taruna dan anggotanya belum mengetahui menerapkan digital branding untuk pengembangan usaha ekonomi produktif. Mereka juga belum mampu mengoptimalkan media sosial mereka sebagai potensi sumber daya yang ada untuk digital branding.

UBSI, Universitas Bina Sarana Informatika, pengabdian masyarakat UBSI, pendidikan tinggi, perguruan tinggi, tridarma perguruan tinggi

“Maka dari itu saya membagikan tips dan trik yang dapat diikuti oleh para pemilik usaha di lokasi, seperti terlebih dahulu membangun reputasi online dengan cara paid media, owned media, dan earned media. Setelah itu, membangun reputasi brand dengan melakukan komunikasi di seluruh media sosial yang dapat diakses. Bisa melalui live tiktok, live Facebook, maupun Instagram. Dengan membangun reputasi brand akan dapat menjangkau lebih banyak konsumen tanpa ada batas ruang dan waktu, pesan maupun informasi dapat tersampaikan dengan cepat, serta dapat dilihat kapanpun dan masih banyak lagi yang lainnya,” ungkap Warsono.

Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, menurut Warsono, adalah menghasilkan output berupa edukasi mengenai digital branding yang dapat membantu memasarkan produk lebih luas. Dengan demikian, para pemilik usaha di lingkungan LPM Rempoa dapat memahami pentingnya brand yang dimiliki untuk usaha mereka agar dapat dikenal di seluruh kalangan masyarakat luas.

Selain dari narasumber, kepuasan dalam kegiatan ini juga dirasakan oleh para peserta kegiatan. Salah satunya, Imah Halimah, pemilik usaha makanan ringan di lingkungan LPM Rempoa. “Sosialisasi ini sangat membantu dalam membuat brand sendiri mengikuti tren masa kini,” ujarnya. Ia juga berharap agar sosialisasi-sosialisasi seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk membantu para pemilik usaha yang masih belum memahami mengenai brand atau digital branding.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *