by

Menkeu: Praktik Kejahatan Pinjol Ilegal Jadi Tantangan Bersama

-Uncategorized, Ekobis-353 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Pemerintah terus memerangi kejahatan digital, termasuk yang berhubungan dengan keuangan digital. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perkembangan keuangan digital Indonesia tumbuh signifikan.

Penelitian Google, Temasek, dan Bain Capital menunjukkan, pembayaran digital akan terus tumbuh kuat di Indonesia dengan nilai transaksi bruto pada 2025 mencapai 1,2 triliun dolar AS. Menurut Menkeu, teknologi keuangan (fintech/tekfin) di Indonesia didominasi P2P lending dan pembayaran digital yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, baik dari sisi jumlah akun peminjam maupun pemberi pinjaman serta total nominal pinjaman.

Menkeu menuturkan, nominal transaksi uang elektronik di Indonesia juga meningkat dari Rp 2 triliun pada 2012 menjadi lebih dari 100 kali lipat menjadi Rp 205 triliun pada 2020. Ini menggambarkan dalam waktu kurang dari satu dekade, telah terjadi pertambahan 100 kali. “Jadi kita tidak bicara tentang pertumbuhan linier single digit, ini adalah eksponensial,” ujar Menkeu saat berbicara dalam acara Indonesia Fintech Summit 2021 di Bali, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga  Pesangon Rp 318,17 Miliar Bagi 1.233 Pegawai Eks Merpati Belum Terbayar

“Total nilai penjualan dari merchandise value ekonomi digital di Indonesia pada 2021 mencapai 70 miliar dolar AS dan ini merupakan nilai terbesar di Asia Tenggara,” lanjut Menkeu.

Tekfin makin memberi berperan dalam layanan keuangan digital dan perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi digital. Meski demikian, akselerasi keuangan digital juga memberikan tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan regulasi dan iklim yang sehat lantaran timbulnya dampak negatif dari keuangan digital. “Kita sudah mendengar beberapa kali Bapak Presiden menyampaikan mengenai dampak negatif seperti pinjaman online (pinjol),” kata Menkeu.

Perkembangan teknologi juga memberikan konsekuensi dan risiko negatif, mulai dari risiko data privasi, kerugian finansial, hingga penipuan. Terutama bagi masyarakat yang tidak cakap secara digital menjadi objek yang sangat mudah untuk dieksploitasi. “Selama periode 2018 hingga 2021, satgas waspada investasi menutup sebanyak 3.365 pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia,” jelas Menkeu.

Praktik kejahatan pinjol ilegal, menurut Menkeu, menjadi tantangan bersama bagi pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri yang memiliki komitmen untuk terus menjaga industrinya menjadi baik. Kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diikuti dengan pengaturan dan pengawasan yang melindungi konsumen, tetapi tidak mengecilkan industri tekfin. “Perhatian ini sebetulnya juga telah disampaikan pada saat Bapak Presiden membuka annual meeting IMF 2018 di Bali,” ujar Sri.

Baca juga  Pacu Daya Saing Industri, Kemenperin Terapkan Uji Profisiensi Bebasis Digital

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis peningkatan kemampuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan jaringan 5G sebagai kunci kemajuan industri fintech di Indonesia. Saat ini sudah bukan era lagi menganalisis sesuatu secara fisik. “Semua harus pakai robotic processing, tanpa itu tidak maksimal dan ini harus kita persiapkan,” ujar Wimboh pada acara yang sama.

“Lalu distribusinya, dan juga konektivitas 5G. Kalau tidak, lewat. Karena di negara lain sekarang semuanya sudah 5G dan coverage lebih luas,” lanjut Wimboh.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *