by

Menparekraf Apresiasi Desa Wisata Sesaot Usung Pariwisata Berbasis Masyarakat

-Wisata-561 Views

By Khanzalani

SELISIK.COMMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi desa wisata Sesaot yang masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism).

Saat visitasi 50 desa wisata terbaik ADWI 2021 di Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (3/11/2021), Sandiaga menyatakan desa wisata berbasis komunitas atau community based tourism sejenis ini bisa menjadi jawaban atas tantangan wisata berkelanjutan. Apalagi jika kapasitas sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat lokal di sekitar desa wisata yang terlibat di dalamnya juga ikut ditingkatkan.

menparekraf apresiasi desa wisata sesaot usung konsep pariwisata berbasis masyarakat

“Masyarakat Desa Wisata Sesaot yang sadar wisata, kreatif, dan inovatif akan menjadi ujung tombak dari pengembangan desa wisata yang sesuai dengan konsep community-based tourism,” ungkap Sandiaga, seperti dilansir laman Kemenparekraf.

Desa Wisata Sesaot berjarak 40,5 kilometer dari Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid atau sekitar 1 jam 15 menit perjalanan. Desa Sesaot merupakan bagian dari jalur geowisata.

Baca juga  Pemerintah akan Tambah Penerbangan Internasional ke Bali Jelang G20

Berkaitan erat dengan pembuatan jalur pendakian Sasak Kuno menuju Gunung Rinjani, desa ini tersusun oleh batuan gunung api dari kompleks gunung api Purba Punikan dan kompleks gunung api Rinjani yang kaya akan potensi alam. Di tempat ini ada Wisata Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas).

menparekraf apresiasi desa wisata sesaot usung konsep pariwisata berbasis masyarakat
Source: Kemenparekraf

Desa Wisata Purekmas Sesaot sudah mengantongi sertifikat CHSE karena telah memenuhi standar protokol kesehatan yang berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE). Selain Wisata Alam Pusat Rekreasi Masyarakat, Desa Wisata Sesaot juga memiliki potensi wisata yang lain, seperti Taman Miring, Camping Ground Vetong Hill, dan Bukit Khesari. Jauh di dalam kawasan hutan Sesaot terdapat sejumlah air terjun diantaranya Air Terjun Tibu Sendalem, Air Terjun Tembiras, dan Air Terjun Tibu Goa.

Untuk atraksi seni dan budaya, desa ini mengandalkan kearifan lokal yang masih terjaga seperti Gendang Beleq dan Pembayun. Pembayun menjadi salah satu adat budaya masyarakat Lombok, tradisi turun-temurun ini biasa dilangsungkan saat acara serah terima lamaran dalam pernikahan. Pembayun berasal kata dari “peman ing ayun” artinya pemimpin di muka.

Baca juga  Negara ASEAN Didorong Ciptakan Program Percepatan Pemulihan Pariwisata
menparekraf apresiasi desa wisata sesaot usung konsep pariwisata berbasis masyarakat
Source: Kemenparekraf

Kemudian untuk kuliner, terdapat sate bulayak yang menjadi salah satu makanan khas Sasak di Pulau Lombok yang begitu spesial bagi pecinta kuliner.

Menparekraf pun menjajal membuat sate berbahan daging atau jeroan sapi itu yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok. Sebenarnya sate bulayak tak jauh beda dengan sate lain pada umumnya. Namun, yang menjadikan sate bulayak berbeda dengan sate lainnya karena kekhasan bumbunya yang menggoda dan mengeluarkan bau sedap yang mengundang selera makan yang tinggi.

Dari sektor kriya, Desa Wisata Sesaot memiliki produk anyaman rotan yang dibuat oleh masyarakat setempat menjadi alat-alat pelengkap rumah tangga seperti keranjang, tas kecil, tatakan gelas, tempat tissue. Ada juga produk anyaman tali seperti tali gantung untuk pot bunga, tas-tas kecil, dan gelang-gelang dari rajutan.

Saat kunjungan, Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Anggota Komisi X DPR RI M.Syamsul Luthfi, dan Direktur Tata Kelola Destinas Indra Ni Tua.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *