by

Meski Sudah Jual Saham Tesla, Kekayaan Elon Musk Diperkirakan Naik

-Ekobis-682 Views

By Nanda

SELISIK.COM – Siapa sih yang tidak kenal Elon Musk saat ini? Namanya makin berkibar karena Musk memiliki banyak yang ide. Yang lebih mencengangkan lagi, dia tak sekadar kaya ide, tetapi segera mewujudkan idenya.

Dalam jajaran orang terkaya di dunia, Elon Musk sudah masuk daftar teratas. Dia bilang tak cemas kekayaan bakal berkurang meski harus membayar pajak kepada negara.

Banyak analis memperkirakan pundi-pundi Musk justru bakal meroket setelah dia memutuskan menjual saham Tesla hingga USD 30 miliar pada tahun 2022 ini.

Banyak pihak memperkirakan kenaikan kekayaan Musk tidak terlepas dari kinerja keuangan Tesla yang menguat pada tahun 2022 ini. Tentu saja kinerja moncer Tesla bakal mengefek pada kepemilikan saham Elon Musk yang akan bertambah lagi.

Musk tidak menerima gaji pokok atau bonus tunai dari Tesla. Sebagai gantinya, ia menerima opsi saham berdasarkan perusahaan yang mencapai target nilai keuangan dan pasar tertentu.

Tesla akan mencapai lima target keuangan yang tersisa tahun ini untuk memberi Musk sejumlah saham. “Dengan lintasan pertumbuhan Tesla, saya akan terkejut jika dia tidak mendapatkan semua lima tahapan tahun ini berdasarkan pada semua pemicu,” ungkap Dan Ives, analis teknologi untuk Wedbush Securities.

Baca juga  Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 dan 2023 Kuat

Musk mungkin malah tidak perlu membayar pajak apapun selama sekitar lima tahun ke depan. Mengapa? Ini karena Musk hanya perlu membayar pajak atas opsi setelah dia menggunakan opsi dan membeli saham tambahan. Dia cuma perlu melakukan itu ketika opsi akan segera berakhir.

Yang lebih menarik lagi, pilihan terbaru tersebut tak bakal berhenti hingga Januari 2028. Karena itulah, Musk mungkin tidak akan menjualnya hingga 2027. Masalah terbesar bagi dia adalah saham Tesla sempat mengalami tahun yang sangat buruk.

Musk yang juga menjadi pendiri SpaceX ini mempunyai 177,7 juta lembar saham, di samping opsi yang sudah dimilikinya untuk membeli 59 juta saham tambahan. Inilah alasan dia bakal menghadapi kenaikan pesat jumlah kekayaan bersihnya pada 2022 ini.

Baca juga  Amazon Sangkal Rencana Terima Pembayaran Bitcoin

Memang ada yang menyebutkan para penanam modal khawatir tentang saham teknologi yang lebih berisiko, seperti Tesla. Ini karena Bank Sentral AS (Federal Reserve) telah bergerak meredam inflasi dengan suku bunga yang lebih tinggi dan stimulus yang lebih sedikit.

Pada perdagangan saham yang berlangsung Senin (24/1/2022), saham Tesla sempat merosot 10%. Namun, sahamnya kembali rebound bersama dengan pasar lainnya yang ditutup hanya 1,5%. Ini sudah cukup untuk mengurangi $ 3,3 miliar (atau setara dengan Rp487 triliun) dari kekayaan bersih Musk.

Musk tak sendirian. Bersama tiga miliarder dunia lainnya, yaitu Jeff Bezos, Changpeng Zhao, dan Mark Zuckerberg, diperkirakan kehilangan lebih dari US$101 miliar atau setara dengan Rp1.447 triliun hanya dalam sepekan.

Total kehilangan kekayaan Bezos, Zhao, dan Zuckerberg mencapai US$67 miliar atau setara dengan Rp960 triliun. Kekayaan mereka menyusut usai muncul kabar The Fed berencana menaikkan suku bunga acuan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *