by

NTP September Naik Karena Harga Panen Tinggi

-Ekobis-10 views

By Zahra

SELISIK.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) September 2021 sebesar 0,98 persen secara month to month terjadi karena petani sedang mengalami panen raya. Saat ini panen raya tanaman pangan, termasuk jagung.

Harga jual hasil panen juga tinggi. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menjelaskan, khusus komoditas jagung saat ini dalam kondisi panen raya. Panen jagung terjadi hampir di semua sentra produksi terutama di beberapa pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Di luar Pulau Jawa juga sedang mengalami panen raya. Pulau Sulawesi dan Kalimantan adalah dua wilayah sentra yang menghasilkan produksi jagung dalam skala besar. “Kami senang komoditas ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan,” ujar Kuntoro.

Baca juga  BPS: Laju Inflasi Agustus 2021 Sebesar 0,03 Persen

Karena itulah, Kuntoro berharap semua aspek pemerintahan pusat dan daerah bisa menjaga momentum seperti ini melalui dukungan terhadap para petani yang sedang berproduksi. “Sektor pertanian sangat berkaitan dengan kesejahteraan dan angka kemiskinan. Tentu kami mengajak semua komponen bangsa menjaga harga dan momentum baik ini agar tetap berlanjut dan berdampak besar pada kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Kepala BPS Margo Yuwono mengemukakan bahwa kenaikan NTP September 2021 yang mencapai 105,68 atau naik sebesar 0,96 persen (mtm) dipengaruhi oleh komoditas jagung, beras, dan ketela rambat. Komoditas ini berkontribusi pada angka NTP bulan ini karena dukungan berbagai program pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi dan pasar.

Kenaikan NTP karena subsektor tanaman pangan meningkat 1,14 persen, indeks yang diterima petani naik 1,05 persen. Komoditas yang dominan dalam kenaikan tersebut di antaranya adalah harga gabah, harga jagung dan harga ketela rambat.

Baca juga  Pemerintah Target 10 Pelabuhan Pakai Ekosistem Logistik Nasional

Nilai NTP pada subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 2,12 persen, indeks yang diterima petani naik 2,17 persen. Adapun produk yang dominan dalam kenaikan ini di antaranya adalah kelapa sawit, karet dan kakao.

Margo menuturkan, hal serupa juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bulan September 2021 yang mencapai 105,58 atau naik sebesar 0,74 persen jika dibandingkan Agustus 2021.”Sama seperti NTP, kenaikan NTUP juga disumbang tanaman pangan yang mencapai 98,65 atau naik 0,87 persen. Kemudian tanaman perkebunan rakyat mencapai 125,38 atau naik 1,90 persen,” ujarnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed