by

Orang Terkena Covid-19 Parah Punya Antibodi Penyintas Lebih Kuat

-Kesehatan-108 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Para ahli terus melakukan studi terhadap Covid-19. Studi terbaru menunjukkan, orang yang kondisinya parah saat terkena Covid-19 memiliki perlindungan antibodi yang lebih besar terhadap infeksi pada masa depan daripada mereka yang penyakitnya lebih pendek atau lebih ringan.

Temuan serupa didapat pada orang yang mengalami long-Covid. Penelitian ini dilakukan oleh Rutgers University dengan melibatkan 548 pekerja perawatan kesehatan dan 283 pekerja lainnya sejak awal pandemi. Dalam enam bulan, 93 orang (11 persen) dinyatakan positif SARS-CoV-2 atau terdeteksi memiliki antibodi terhadap virus.

Studi mengungkapkan bahwa dari seluruh partisipan, 24 memiliki gejala parah dan 14 tidak bergejala. Sepertiga dari mereka mengembangkan gejala seperti kelelahan, sesak napas, dan kehilangan kemampuan indra pengecap dan penciuman setidaknya selama satu bulan.

Baca juga  Vaksin Dosis Ketiga Hanya untuk Nakes

Kemudian, satu dari 10 partisipan memiliki gejala yang menetap setidaknya selama empat bulan. Perubahan neurologis, termasuk kabut otak (brain fog) dan masalah dengan memori atau penglihatan, jarang terjadi di antara peserta yang terinfeksi, tetapi gangguannya cenderung berlangsung selama berbulan-bulan ketika itu terjadi. “Mereka yang memiliki gejala yang persisten juga dikaitkan dengan tingkat antibodi yang lebih tinggi dari waktu ke waktu,” ungkap Daniel Horton, salah satu penulis studi yang juga asisten profesor pediatri dan ahli epidemiologi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, di Amerika Serikat, seperti dilansir US News pada Selasa (24/8/2021).

Temuan yang diterbitkan di The Journal of Infectious Diseases mengungkapkan, petugas kesehatan tampak jauh lebih mungkin terinfeksi dan menjadi sakit parah. Perawat memiliki tingkat infeksi yang sangat tinggi. Enam bulan setelah terinfeksi, kebanyakan orang memiliki antibodi imunoglobulin G (IgG) terhadap virus corona.

Baca juga  Tiap Hari Penyuntikan Vaksin Covid-19 Capai 718.642 Dosis

Temuan lain memaparkan bahwa produksi antibodi bervariasi berdasarkan tingkat keparahan gejala. Sebanyak 96 persen dari mereka yang memiliki gejala parah memiliki antibodi. Angkanya turun menjadi 89 persen pada mereka yang memiliki gejala ringan hingga sedang dan 79 persen pada mereka yang tidak memiliki gejala. “Tingkat antibodi menurun dari waktu ke waktu adalah hal yang normal,” jelas Emily Barret, penulis utama studi yang juga associate professor bidang biostatistik dan epidemiologi di Rutgers School of Public Health. Meski demikian, antibodi IgG memberikan perlindungan jangka panjang untuk membantu tubuh melawan infeksi ulang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed