by

Pakar UGM: Belum Ada Urgensi Vaksin Covid-19 Booster bagi Masyarakat Umum

-Kesehatan-12 views

By Zahra

SELISIK.COM – Dalam beberapa waktu terakhir ramai dibahas pemberian vaksin booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum. Pakar virologi FKKMK UGM, dr. Mohamad Saifudin Hakim, MSc., PhD., mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini Indonesia belum perlu memberikan vaksin booster bagi masyarakat umum.

Meski demikian, menurut Hakim, vaksin dosis ketiga bisa diberikan secara terbatas kepada tenaga kesehatan (nakes). “Kalau untuk masyarakat umum, belum ada urgensi untuk pemberian vaksin dosis ketiga. Berbeda dengan nakes yang memang diperlukan vaksin booster karena dari sisi jumlah yang sedikit dan mereka adalah pejuang yang berada di garda depan penanganan Covid-19 sehingga berisiko besar terpapar Covid-19,” ungkap Hakim, seperti dilansir laman resmi UGM, Jumat (3/9/2021).

Hakim menjelaskan, yang terpenting saat ini justru meningkatkan angka cakupan vaksinasi nasional. Ini karena hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

“Saat ini masyarakat umum yang sudah mendapatkan vaksin hingga dosis kedua masih sedikit, baru sekitar 18%. Jadi, sebaiknya mengejar cakupan vaksin dulu bagi mereka yang belum divaksin, terutama kelompok lansia yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Baca juga  Dirawat di RSPAD, Ustaz Yusuf Mansur Makin Sehat

Selain itu, pemberian vaksin booster juga belum masuk dalam rekomendasi WHO. Bahkan, belum lama ini WHO meminta agar negara-negara mempertimbangkan kembali urgensi pemberian vaksin booster Covid-19.

Hakim menjelaskan bahwa dari sisi imunologi, pemberian vaksin booster memang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh yang diperoleh dari dua dosis vaksin sebelumnya. Vaksin booster yang diberikan akan melatih kembali sel-sel memori penghasil antibodi tubuh yang dihasilkan dari dua dosis vaksin sebelumnya. Daya ikat antibodi juga menjadi lebih baik terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Sejumlah studi awal menunjukkan bahwa dengan pemberian vaksin booster atau dosis ketiga, baik dengan merk (platform) vaksin yang sama atau berbeda, mampu memperkuat imunitas yang diperoleh dari dua dosis vaksin sebelumnya,” urainya.

Kendati begitu, ia menyampaikan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pemberian vaksin booster. Pertama, terkait penurunan level imunitas. Hingga kini belum jelas bagaimana imunitas setelah pemberian vaksin sebelumnya bertahan, apakah terjadi penurunan atau tidak. Jika benar terjadi penurunan maka pemberian booster bisa dipertimbangkan.

Baca juga  BUMN Salurkan 600 Ribu Paket Isolasi Mandiri

Kedua, efektivitas vaksin. Data yang ada saat ini belum cukup untuk memastikan apakah terdapat penurunan efektivitas vaksin untuk mencegah gejala berat Covid-19 pada sekian bulan setelah dosis kedua dan angka kejadian Covid-19 pada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis.

“Lalu, bagaimana efektivitas vaksin terhadap varian corona baru yang menjadi perhatian global (VoC)? Jika ada data penurunan efektivitas vaksin dua dosis, pemberian booster bisa dipertimbangkan,” ujarnya.

Ketiga, pasokan vaksin secara global dan nasional. Kebijakan pemberian vaksin booster perlu mempertimbangkan ketersediaan vaksin secara global maupun nasional di suatu negara.

“Kalau negara maju mengejar pemberian vaksin dosis 3, sementara negara lain saja masih belum mendapatkan dosis 1, ini bisa memperparah prinsip kesetaraan nasional dan global dalam akses terhadap vaksin selama pandemi,” ujar Hakim.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed