by

Pakar UGM: Varian Mu tidak Seganas Varian Delta

-Kesehatan-5 views

By Zahra

SELISIK.COM – Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., menyatakan bahwa varian Mu atau B1621 sebagai penyebab Covid-19 tidak lebih ganas dibandingkan dengan varian Delta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyebutkan varian Mu sebagai kategori variant of interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.

Varian Delta termasuk kategori Variant of Concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai. Meskipun varian baru ini belum terdeteksi di Indonesia, Gunada menyatakan perlu diantisipasi karena varian Mu diketahui menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi. ”Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut,” kata Gunadi, Selasa (7/9/2021), seperti dilansir laman UGM.

Baca juga  BUMN Salurkan 600 Ribu Paket Isolasi Mandiri

Gunadi menyebutkan hingga saat ini varian baru virus corona penyebab Covid-19 yakni B.1.621 atau varian Mu ini belum terdeteksi di Indonesia. Namun, perlu pengetataan pintu masuk ke Indonesia agar tidak sampai menyebar luas, seperti varian Delta sebelumnya.

Soal tingkat keganasannya, Gunadi berkeyakinan varian ini tidak seganas varian Delta. ”Karena Delta kategori VoC levelnya tentunya di atas Mu yang kategori VoI,” jelasnya.

Virus Covid-19, menurut Gunadi, terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi. Meski demikian, bagi mereka yang sudah pernah terpapar Covid-19 ataupun yang sudah mendapat vaksin sudah memiliki kekebalan alami. “Kekebalan alami yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah pasti ada, tapi seberapa besar bisa melindungi dari risiko terinfeksi varian lain diperlukan riset lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga  Tercatat 5,8 Juta Orang di Jakarta Sudah Dapat Vaksin Lengkap Covid-19

Kekebalan alami yang sudah terinfeksi walau belum vaksin, jelas Gunadi, sama halnya mengukur efektivitas vaksin terhadap suatu varian dengan melakukan riset terlebih dahulu. Namun, antisipasi tetap diperlukan dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan percepatan program vaksinasi.

Bagi mereka yang sudah vaksin, kata Gunadi, mampu meminimalkan tingkat keparahan apabila terpapar virus Covid-19 meski terinfeksi dengan varian yang berbeda. “Vaksin mencegah keparahan,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed