by

Pemerintah akan Tambah Penerbangan Internasional ke Bali Jelang G20

-Wisata-179 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Pemerintah terus berpikir keras menemukan strategi yang pas untuk memulihkan sektor pariwisata nasional. Berbagai cara sudah dilakukan, tetapi belum memperlihatkan hasil optimal. Ini terjadi karena imbas pandemi Covid-19 begitu kuat mengadang perubahan ke arah yang lebih baik.

Bali pun menjadi perhatian serius pemerintah karena wilayah ini adalah sentra utama pariwisata RI. Pemerintah melihat ada peluang untuk membangkitkan sektor wisata di Pulau Dewata, terutama karena RI bakal menjadi presidensi G20.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, pemerintah akan mendorong bertambahnya frekuensi maskapai rute internasional masuk ke Bali menjelang pelaksanaan G20. Pemerintah akan mengatur ulang regulasi penerbangan untuk memudahkan lalu-lintas maskapai membawa penumpang.

Sandiaga menuturkan, pemerintah akan menerapkan regulasi baru di Bali. “Bali akan disiapkan untuk mulai mendapatkan regulasi baru karena provinsi ini menjadi lokasi digelarnya berbagai acara internasional. Walau Bali sudah dibuka, penerbangan langsung belum bisa diwujudkan,” ungkap Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing, Senin (24/1/2022).

Pemerintah berencana menambah frekuensi penerbangan maskapai rute penerbangan internasional sejalan dengan kerja sama travel bubble yang tengah dijajaki dengan berbagai negara. Travel bubble ini adalah skema untuk membuka gerbang pariwisata antar-negara selama pandemi Covid-19.

Baca juga  Sandi Menilai UMKM Kuliner Sumbar Masih Terkendala Digitalisasi

Dengan skema tersebut, akan memungkinkan negara-negara yang menjalin kerja sama bisa bersepakat membuka perbatasan dan mengizinkan warganya bepergian di area tertentu yang telah ditetapkan. Menparekraf memastikan Indonesia sedang melakukan pembahasan travel bubble dengan Jepang dan India.

Rencana penambahan frekuensi penerbangan langsung tersebut diharapkan bisa berjalan pada kuartal II dan III. Dengan demikian, pertemuan-pertemuan G20 yang akan digelar pada November 2022 maupun side event lainnya dapat terlaksana. “Penerbangan langsung yang awalnya belum optimal bisa diupayakan berjalan,” ujar Sandiaga.

Beberapa maskapai asing telah menyatakan minat untuk membuka penerbangan langsung ke Indonesia melalui Bali. Sejak enam bulan lalu, maskapai dari Uni Emirate Arab, Qatar, Jepang, India, dan Turki sudah melakukan penjajakan dengan Indonesia.

“Nanti tinggal kita lihat, mana yang paling siap. Australia juga menjadi pilihan yang paling realistis karena banyak sekali keinginan dari wisatawan dari sana, tapi menunggu kesiapan pemerintah setempat,” kata Sandi.

Baca juga  Menparekraf Apresiasi Desa Wisata Sesaot Usung Pariwisata Berbasis Masyarakat
Kampus Sahabat Wirausaha
Source: Kemenparekraf

Khusus untuk maskapai dalam negeri, pemerintah telah menugaskan PT Garuda Indonesia. Sandi menyatakan, Garuda diminta mengaktifkan kembali rute Indonesia-Jepang untuk mengangkut penumpang ke Bali.

Penugasan ini tidak akan membebani maskapai yang sedang menghadapi proses restrukturisasi utang yang sudah berjalan selama puluhan tahun. “Kami pastikan Garuda tidak akan diarahkan untuk membuka rute yang tidak ada peminatnya. Garuda tidak boleh rugi karena flight carrier,” tutur Sandi.

Menurut Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, manajemen sudah memiliki rute penerbangan ke Jepang yang beroperasi dua kali sepekan. Penerbangan lebih banyak melayani kargo dan repatriasi warga negara Indonesia (WNI) dari Jepang. “Penerbangan tidak pernah berhenti. Kalau diperlukan, kami akan review,” katanya.

Selama pandemi, pariwisata Bali lunglai. Tingkat hunian kamar hotel menurun drastis. Ini karena nyaris tak ada kunjungan dari wisatawan mancanegara (wisman). Indonesia, seperti juga negara lainnya), menerapkan larangan penerbangan antarnegara demi mencegah penyebaran virus corona ke Tanah Air.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed