Berita Terkini tanpa Kebohongan

Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Diperketat

2 min read
mal, retail, ritel, umkm

By Khanzalani

JAKARTA – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan perlunya adanya penguatan kebijakan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga mereka. Fokus penanganan terutama pada saat keberangkatan dan kepulangan PMI dalam masa pandemi covid-19.

Menurut Airlangga, itulah yang menjadi perhatian serius pemerintah. Tentu saja ini harus termonitor. “Kita juga harus bisa memprediksi sehingga kesiapan daerah dapat ditingkatkan,” jelas Menko, Jumat, 25 Juni 2021.

Harus ada roadmap untuk membantu meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah yang menjadi kantong Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Pelatihan harus bisa menambah keterampilan mereka agar dapat meningkatkan peluang sektor bekerja di luar negeri.

Pada 2020, menurut data BP2MI, hampir 120 ribu PMI telah memanfaatkan Program Kartu Prakerja. “Dengan upskilling melalui prakerja, CPMI akan lebih berkualitas dan memiliki nilai lebih tinggi,” jelas Airlangga.

BP2MI dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga telah melakukan diskusi terkait fasilitasi pemberian pelatihan kepada Purna PMI. BP2MI rencananya akan membuka 92 titik layanan pendampingan bagi Purna PMI di seluruh Indonesia. Layanan pendampingan tersebut diharapkan dapat mendorong Purna PMI untuk mengakses Program Kartu Prakerja sehingga purna PMI dapat memperoleh pelatihan dalam rangka skilling, reskilling, maupun upskilling. Dengan demikian, akan membantu mereka untuk mendapat pekerjaan baru di Indonesia, menjaga produktivitas agar tidak jatuh menjadi pengangguran pascakepulangan.

Pandemi covid-19 telah membawa dampak negatif bagi PMI. Penempatan PMI di beberapa negara pada 2020 menjadi terbatas. Hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah penempatan PMI pada 2020 sebesar 59 persen dan penurunan remitansi sebesar 17,5 persen dibandingkan 2019.

Pada Maret 2020, pemberlakuan Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Keputusan Menaker) 151/2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI menyebabkan jumlah penempatan PMI menurun. Ini dilakukan karena pandemi yang masih mengerikan.

Sebagai ilustrasi, tren kasus harian Covid-19 di Indonesia saja meningkat tajam sejak awal Juni 2021. Tercatat pada Kamis, 24 Juni 2021, saja Indonesia kembali mencatat rekor dengan 20.574 kasus baru. Melansir data Worldometers, Jumat (25/6/2021), pada 25 Juni pukul 05.56 GMT terdapat 180.779.194 kasus dari seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 3.916.328 orang meninggal dunia karena Covid-19 dan 165.430.621 orang telah sembuh. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.