by

PLTB Lepas Pantai Bantu Menangkap Karbon dari Udara

-Energi-894 Views

By Rafael Hadi

SELISIK.COM – Di Massachusetts dan New York, pengembang sedang bersiap untuk membangun ladang angin lepas pantai skala utilitas pertama yang disetujui federal di Amerika Serikat. Ada 74 turbin yang semuanya dapat memberi daya untuk 470.000 rumah.

Lebih dari selusin proyek angin lepas pantai lainnya sedang menunggu persetujuan di sepanjang Pesisir Timur. Pada 2030, tujuan Pemerintahan Biden adalah mengalirkan 30 gigawatt (GW) energi angin lepas pantai, cukup untuk memberi daya pada lebih dari 10 juta rumah.

Mengganti energi berbasis bahan bakar fosil dengan energi bersih, seperti tenaga angin (pembangkit listrik tenaga bayu/PLTB) sangat penting untuk menahan dampak buruk perubahan iklim. Tapi transisi itu tidak terjadi cukup cepat untuk menghentikan pemanasan global. “Aktivitas manusia telah memompa begitu banyak karbon dioksida ke atmosfer sehingga kita juga harus membuang karbon dioksida dari udara dan menguncinya secara permanen,” ungkap Dave Goldberg, ilmuwan riset Lamont di Universitas Columbia, seperti termuat di Japan Today.

PLTB lepas pantai diposisikan secara unik untuk melakukan keduanya dan dianggap bisa menghemat uang. “Sebagai ahli geofisika kelautan, saya telah mengeksplorasi potensi untuk memasangkan turbin angin dengan teknologi yang menangkap karbon dioksida langsung dari udara dan menyimpannya di reservoir alami di bawah laut,” kata Goldberg. Teknologi ini dapat mengurangi biaya energi penangkapan karbon dan meminimalkan kebutuhan jaringan pipa darat, mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Baca juga  Pemerintah akan Siapkan Penawaran 12 Wilayah Kerja (WK) Migas

Menangkap CO2 dari udara

Beberapa kelompok riset dan perusahaan rintisan teknologi sedang menguji perangkat penangkap udara langsung yang dapat menarik karbon dioksida langsung dari atmosfer. Teknologinya berhasil, tetapi proyek awal sejauh ini mahal dan intensif energi.

Baca juga  Ekonom UNAIR Perkirakan Shifting BBM Butuh Waktu 2 Tahun

Sistem ini menggunakan filter atau larutan cair yang menangkap CO2 dari udara yang tertiup melewatinya. Setelah filter penuh, listrik dan panas dibutuhkan untuk melepaskan karbon dioksida dan memulai kembali siklus penangkapan. Agar proses mencapai emisi negatif bersih, sumber energi harus bebas karbon.

Pabrik penangkap udara langsung aktif terbesar di dunia yang beroperasi saat ini melakukan hal ini dengan menggunakan limbah panas dan energi terbarukan. Pabrik di Islandia, misalnya, memompa karbon dioksida yang ditangkapnya ke dalam batuan basal di bawahnya, di mana CO2 bereaksi dengan basal dan mengapur, berubah menjadi mineral padat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *