by

PLTS akan Jadi Raja Baru Pasar Listrik Global

-Terbarukan-33 views

By Hadi

 

Instalasi photovoltaic (PV) surya akan terus memecahkan rekor baru, dengan penambahan tahunan diperkirakan mencapai lebih dari 160 GW pada tahun 2022. Itu akan hampir 50% lebih tinggi dari tingkat yang dicapai pada tahun 2019 sebelum pandemi, menegaskan posisi surya sebagai “raja baru” dari pasar listrik global.

 

SELISIK.COM – Sumber energi listrik terbarukan, seperti angin dan matahari, tumbuh pada tingkat tercepat dalam dua dekade pada 2020. Diperkirakan energi ini akan berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan angka pertumbuhan yang jauh lebih cepat daripada sebelum pandemi.

Laporan terbaru Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan, pertumbuhan di Eropa dan Amerika Serikat akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Ini bisa mengimbangi perlambatan transisi Cina setelah mencatat pertumbuhan 2020 yang luar biasa.

Menurut pembaruan pasar terbaru IEA, jumlah kapasitas listrik terbarukan pada 2020 naik 45% menjadi 280 gigawatt (GW). Ini peningkatan tahunan terbesar sejak 1999. Jumlah energi terbarukan ini sama dengan total terpasang kapasitas ASEAN atau dari keseluruhan energi 10 ekonomi Asia Tenggara.

Peningkatan pada 2020 akan menjadi “normal baru”, dengan 270 GW kapasitas listrik terbarukan akan munucl pada 2021 dan hampir mencapai 280 GW pada 2022 meskipun terjadi perlambatan di Cina setelah tingkat penambahan yang luar biasa tahun lalu. Perkiraan tersebut telah direvisi naik lebih dari 25% dari perkiraan IEA sebelumnya pada November 2020 karena pemerintah di seluruh dunia telah mencapai tingkat rekor pada kapasitas energi terbarukan dan banyak perusahaan menandatangani perjanjian pembelian listrik.

Mengalihkan pembangkit listrik ke sumber terbarukan adalah pilar utama upaya global untuk mencapai netralitas karbon. Emisi CO2 akan meningkat pada 2021 ini karena peningkatan paralel dalam penggunaan batu bara. Inilah pentingnya ada komitmen dan realiassi dalam perubahan kebijakan dan investasi energi bersih.

“Angin dan tenaga surya memberi lebih banyak alasan untuk optimistis tentang tujuan iklim kita karena mereka memecahkan rekor demi rekor. Tahun lalu, peningkatan kapasitas terbarukan menyumbang 90% dari seluruh ekspansi sektor listrik global,” kata Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA.

Baca juga  Perbankan Filipina Minta Dukungan Kebijakan untuk Danai Proyek Energi Hijau

“Pemerintah perlu membangun momentum yang menjanjikan ini melalui kebijakan yang mendorong investasi yang lebih besar dalam tenaga surya dan angin, dalam infrastruktur jaringan tambahan yang akan mereka butuhkan, dan dalam teknologi terbarukan utama lainnya, seperti tenaga air, bioenergi, dan panas bumi. Ekspansi besar-besaran listrik bersih sangat penting untuk memberi dunia kesempatan mencapai tujuan nol bersihnya,” lanjut Birol.

Penambahan kapasitas energi angin global hampir dua kali lipat pada tahun 2020 lalu menjadi 114 GW. Pertumbuhan itu akan sedikit melambat pada tahun 2021 dan 2022, tetapi peningkatannya masih akan 50% lebih besar dari rata-rata ekspansi selama periode 2017-19. Instalasi photovoltaic (PV) surya akan terus memecahkan rekor baru, dengan penambahan tahunan diperkirakan mencapai lebih dari 160 GW pada tahun 2022. Itu akan hampir 50% lebih tinggi dari tingkat yang dicapai pada tahun 2019 sebelum pandemi, menegaskan posisi surya sebagai “raja baru” dari pasar listrik global.

Cina menjadi pusat permintaan dan pasokan energi terbarukan global. Negara ini menyumbang sekitar 40% dari pertumbuhan kapasitas energi terbarukan global selama beberapa tahun.

Pada tahun 2020, pangsa energi terbarukan Cina naik menjadi 50% untuk pertama kalinya karena mempercepat penyelesaian proyek sebelum subsidi pemerintah dihapus. Pada tahun 2021-22, pertumbuhan energi terbarukan di Cina akan stabil pada tingkat yang berada di bawah rekor 2020, tetapi masih lebih dari 50% di atas level global selama periode 2017-19.

Setiap perlambatan di Cina pada tahun-tahun mendatang akan dikompensasi oleh pertumbuhan yang kuat di Eropa, Amerika Serikat, India, dan Amerika Latin. Banyak negara yang terus mendukung pertumbuhan energi terbarukan. Di sisi lain, terjadi penurunan harga dalam investasi pembangunan PV surya dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB).

Faktanya, Cina adalah produsen panel surya dan turbin angin terbesar, serta menjadi pemasok bahan baku terbesar, seperti silikon, kaca, baja, dan tembaga. Kendala rantai pasokan, termasuk karena kebakaran di pabrik silikon Cina tahun lalu, baru-baru ini mendorong kenaikan harga modul PV, sehingga ada potensi kerentanan pada sektor ini dalam jangka panjang.

Baca juga  Jerman Menuju Transisi Energi Listrik Terbarukan

Di Amerika Serikat, pertumbuhan kapasitas energi terbarukan tahun 2021 ini dan tahun-tahun berikutnya terutama didorong oleh perpanjangan kredit pajak federal. Perkiraan tersebut tidak memperhitungkan target pengurangan emisi baru Pemerintah AS atau tagihan infrastrukturnya. Jika disahkan, RUU tersebut akan mendorong percepatan yang lebih kuat dalam penyebaran energi terbarukan setelah 2022.

Penambahan kapasitas energi terbarukan di India menurun hampir 50% tahun 2020 lalu dibandingkan dengan 2019. Namun, pertumbuhan akan pulih dan ekspansi terbarukan diperkirakan akan mencetak rekor baru pada tahun 2022, didorong oleh commissioning proyek yang tertunda. Namun, lonjakan kasus Covid-19 saat ini di India telah menciptakan ketidakpastian jangka pendek pada tahun 2021 ini.

Produksi biofuel untuk transportasi turun 8% secara global pada tahun 2020. Ini terjadi karena imbas pandemi yang membatasi perjalanan atau mobilitas. Produksi diperkirakan akan pulih tahun 2021 ini ke volume 2019, dan meningkat 7% lagi pada tahun 2022 karena produksi biodiesel dan minyak nabati (HVO) meningkat secara global dan etanol berkembang di India. Namun, efek berkelanjutan dari krisis Covid-19 terhadap permintaan serta persaingan harga tebu dari produsen pemanis di Brasil, terus berlanjut.

Jadi, ada harapan penggunaan energi terbarukan, termasuk untuk membangkitkan listrik terus tumbuh di banyak negara. Bila ini terus berlanjut, energi terbarukan bisa menggantikan sumber energi tak terbarukan yang terbukti mengeluarkan emisi dalam jumlah besar. *

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed