Berita Terkini tanpa Kebohongan

Porsi Kredit UMKM BRI Hingga Juni 80,62%

2 min read
penyaluran kredit umkm bri, fitch ratings, peringkat utang, default rating, bri, bank rakyat indonesia, government support, senior unsecured notes, dolar amerika serikat, corporate secretary bri, aestika oryza gunarto, umkm

By Khanzalani

SELISIK.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Tbk (Persero) mencatat porsi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap total penyaluran kredit hingga akhir Juni 2021 mencapai 80,62 persen.

Hingga Juni 2021, penyaluran kredit UMKM sebesar Rp 749,33 triliun, sementara total kredit BRI sebesar Rp 929,40 triliun.

Menurut Dirut BRI Sunarso, penyaluran kredit UMKM tersebut naik dibandingkan dengan periode sama 2020 sebesar 78,58 persen. Porsi kredit UMKM ini akan terus ditingkatkan dan BRI menargetkan angkanya bakal menembus 85 persen pada 2025.

Nilai kredit UMKM ini jika dibandingkan dengan penyaluran kredit UMKM perbankan nasional per Mei 2021 mencapai Rp 723 triliun, sedangkan kredit UMKM perbankan nasional sebesar Rp 1.024,40 triliun. Pencapaian ini menjadikan BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia dengan penetrasi pasar yang mencapai 70,66 persen.

BRI akan terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui dua cara, yaitu menaikkan kelas pelaku UMKM dan mencari sumber pertumbuhan baru melalui segmen ultramikro. “Jadi sering orang bilang bahwa UMKM itu harus diadvokasi. Saya bilang, tidak. Saya bilang, UMKM itu harus diedukasi,” ujar Sunarso.

Sunarso menyatakan, lebih penting mengedukasi daripada mengadvokasi UMKM. Mengadvokasi berarti menempatkan UMKM di bawah, sementara pihak bank berada di atas. “Kalau kita bisa edukasi mereka dan mereka bisa sejajar dengan bank atau lembaga pembiayaan. Maka sekarang kita fokus saja pada edukasi UMKM,” jelasnya.

BRI terus merealisasikan beragam program pemberdayaan untuk mendorong UMKM naik kelas. Sekaligus memicu pemulihannya yang dibuktikan melalui pendampingan terhadap lebih dari 1.800 klaster UMKM per 30 Juni 2021. Ada juga pemberdayaan 832 Desa BRILian berdasarkan empat pilar, yakni BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan sustainability.

Penyaluran KUR sebesar Rp 84,87 triliun kepada lebih dari 3 juta nasabah dan penyaluran subsidi bunga UMKM Rp 5,51 triliun kepada 8,91 juta nasabah. BRI juga merestrukturisasi kredit UMKM yang terdampak Covid-19 sebesar Rp145,78 triliun kepada 2,46 juta nasabah dan penjaminan kredit UMKM sebesar Rp19,45 triliun kepada 29 ribu nasabah.

Perusahaan menyediakan platform digital agar UMKM dapat tetap menjalankan usahanya di kondisi pandemi ini seperti pasar.id yang telah mencapai 6.274 pasar dengan 104,579 pedagang terdaftar. Upaya lainnya adalah dengan menyediakan platform pemberdayaan digital Link UMKM yang membentuk ekosistem terintegrasi.

Selain itu, BRI juga turun ke segmen Ultra Mikro untuk mencari sumber pertumbuhan baru yang berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 99 persen dari total unit usaha di Indonesia adalah segmen mikro dan ultra mikro.

Hingga kini, dari total 63 juta unit usaha yang berada pada segmen tersebut sekitar 48 persen atau 30 juta lebih unit usaha belum tersentuh layanan formal lembaga keuangan. Menurut Sunarso, dalam roadmap yang direncanakan BRI, usaha yang belum terlayani pada segmen tersebut harus bisa tersentuh layanan keuangan. Strateginya, segmen usaha ultra mikro harus terlebih dahulu masuk ke dalam ekosistem bisnis yang dipersiapkan BRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.