Berita Terkini tanpa Kebohongan

Presiden Minta Perguruan Tinggi Gali Talenta Mahasiswa

2 min read
presiden joko widodo

By Khanzalani

“Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku. Korbannya bukan hanya alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dunia yang tengah terdisrupsi,” ujar Presiden Jokowi.

 

SELISIK.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan talentanya. Dengan demikian, mereka tak gagap dalam menyongsong masa depan.

Jokowi menuturkan, mahasiswa di jurusan yang sama, tidak mesti dia harus belajar tentang hal yang sepenuhnya sama. “Mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti nantinya harus berprofesi yang sama,” ungkap Jokowi dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII FRI 2021, Selasa, 27 Juli 2021.

Setiap mahasiswa, menurut Jokowi, mempunyai talenta sendiri. Talenta ini yang harus digali, difasilitasi, dan dikembangkan. Dengan begitu, apapun nantinya jenis profesi pada masa depan, mereka mampu beradaptasi.

“Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku,” ujar Presiden. “Korbannya bukan hanya alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dunia yang tengah terdisrupsi.”

Perkembangan teknologi yang kian canggih harus terus diadaptasi dengan cepat oleh para mahasiswa. Banyak instrumen yang menjadi usang akibat pesatnya kemajuan dan disrupsi teknologi. “Menjadi tidak relevan lagi, yang menjadi usang karena disrupsi,” jelas Jokowi.

Pengetahuan baru itulah yang harus terus ditelisik oleh generasi penerus bangsa. Jika tidak mahasiswa akan terjebak dalam disrupsi.

Jokowi menyatakan, akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang karena disrupsi. Namun, pada saat bersamaan akan ada pekerjaan baru yang bermunculan.

“Yang ingin saya tekankan, jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan, pengetahuan, dan keterampilan yang hebat di masa ini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam lima tahun atau 10 tahun ke depan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.