by

Reformasi Pajak Penting untuk Perbaikan Penerimaan Negara

-Ekobis-116 Views

By Khanzalni

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa reformasi perpajakan perlu untuk membuat struktur penerimaan negara membaik. Dalam rapat kerja secara daring dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu menyatakan, perpajakan menjadi tulang punggung penerimaan negara.

Sebagai ilustrasi, jelas Menkeu, pada 1983 penerimaan negara didominasi oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minyak dan gas bumi (migas) yakni mencapai 67,1 persen. Kini porsi pajak lebih tinggi yakni di 2020 mencapai 65,1 persen, dari 22,1 persen pada 1983. Ia bilang bahkan di 2016, pajak berkontribusi 71 persen. “Pajak telah menjadi tulang punggung penerimaan negara. Sementara peranan PNBP sumber daya alam menurun sangat drastis jadi hanya 20 persen,” kata wanita yang akrab dipanggil Ani ini, Senin, 28 Juni 2021.

Baca juga  Industri Pengolahan Buah Tembus Pasar AS - Korea

Saat pertama kali menjadi Sri Mulyani pada 2005, jumlah pembayar pajak bahkan belum mencapai empat juga. Saat ini jumlah wajib pajak yang terdaftar mencapai 50 juta. “Suatu kenaikan yang tetap tinggi. Naiknya rasio wajib pajak orang pribadi merupakan fenomena kesadaran WNI untuk membayar pajak,” ujar Menkeu.

Peningkatan porsi pajak juga terlihat dari partisipasi warga negara dalam membayar pajak. Rasio wajib pajak orang pribadi terhadap jumlah penduduk yang bekerja tadinya hanya 1,82 persen di 2002 menjadi 34,6 persen di 2021. “Saya ingat waktu jadi Menkeu di 2005 wajib pajak orang pribadi enggak lebih dari satu, sangat kecil. Ini merupakan satu kenaikan luar biasa,” ungkap Menkeu.

Baca juga  Kemenperin Dukung Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku IKM

Menkeu yakin Indonesia makin baik bila para pembayar pajak taat bayar pajak. Mereka yang harus bayar, tak boleh menghindar karena pajak mereka berguna bagi masyarakat lain.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed