Berita Terkini tanpa Kebohongan

Sukuk Dana Haji Rp 89,92 Triliun

2 min read
inflasi agustus 2021 mencapai 0,03 persen

By Zahra

SELISIK.COM – Kementerian Keuangan mencatatkan penempatan dana haji melalui surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp 89,92 triliun pada Juli 2021. Di dalam nota kesepahaman antara menteri keuangan dan menteri agama pada 22 April 2009, isinya menempatkan dana haji dan dana abadi umat ke SBSN dengan cara private placement.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengungkapkan, penempatan dana haji untuk mengurangi risiko default, memberikan alternatif investasi yang aman, dan memberikan imbal hasil kompetitif. Sukuk itu disebut sukuk dana haji Indonesia. Total penempatan dana haji melalui SBSN untuk outstanding per Juli 2021 mencapai Rp 89,92 triliun.

Astera menjelaskan, salah satu tugas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) adalah untuk mengembangkan dana haji untuk investasi yang berkelanjutan. “Dalam pengembangan dana haji, BPKH harus menempatkan dana umat ke dalam instrumen investasi syariah secara hati-hati, aman, dan bermanfaat,” jelas Astera.

Penempatan dana haji pada perbankan syariah, jelas Astera, memberi dampak positif. Nantinya dana yang besar tersebut dapat dikembangkan institusi keuangan intermediasinya terhadap sektor riil.

Karena jumlahnya sangat besar, perbankan syariah tidak bisa mengelola semuanya karena ada keterbatasan. Karena itu, alternatif yang paling baik adalah menempatkannya pada sukuk negara.

“Penempatan dana haji pada sukuk bukanlah merupakan barang baru. Inisiasi dana haji pertama kali dilakukan pada 2009,” jelas Astera. “Selain mendukung pengembangan SBSN, penempatan dana pada SBSN juga mempermudah pengeloalaan portofolio dan membantu dalam transparansi penempatan dana haji yang selama ini sering mendapat sorotan dari masyarakat.”

Selain itu, dana haji juga disimpan di bank. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) periode 2021-2024.

Menurut Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, BSI siap menjalankan fungsi BPS-BPIH. BSI ditunjuk sebagai BPS berfungsi sebagai penerima, likuiditas, pengelola nilai manfaat, penempatan, mitra investasi, dan operasional BPKH.

Penunjukan tersebut mengacu pada PP Nomor 5 tahun 2018 tentang Pelaksanaan UU Nomor 34 tahun 2004 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Total dana haji BPKH yang ditempatkan di seluruh BPS-BPIH sampai akhir 2020 sudah mencapai Rp 45,33 triliun.

BSI diproyeksikan menjadi pilihan utama masyarakat untuk merencanakan ibadah haji. Saat ini, menurut Hery, ada dua produk yang ditawarkan yaitu BSI Tabungan Haji Indonesia dan BSI Tabungan Haji Muda Indonesia.

Hery menuturkan, ibadah haji adalah salah satu perencanaan yang harus disiapkan sejak lama mengingat panjangnya antrean jamaah haji di Indonesia. “Nasabah cukup melakukan setoran awal Rp 100 ribu untuk merencanakan ibadah haji sejak dini,” jelas Hery.

BSI mengaku siap mengelola dana haji yang dihimpun melalui giro dan deposito. Tercatat sampai Juni 2021, penghimpunan dana haji mencapai Rp 20,34 triliun dalam giro dan deposito.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, sinergi BPKH dengan BPS-BPIH memberikan peluang untuk pengembangan keuangan haji yang lebih besar. Diharapkan ke depan mendatangkan nilai manfaat untuk pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.