by

Tercatat 442 Pinjaman Online Ilegal Masih Beroperasi

-Ekobis-117 Views

By Khanzalani

SELISIK.COM – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi (SWI) menyatakan masih ada 442 entitas pinjaman online ilegal yang masih beroperasi di Indonesia.

Jumlah ini menurun seiring dengan adanya upaya pemberantasan entitas ilegal tersebut. Ketua SWI Tongam L Tobing menyatakan, dari tahun ke tahun terjadi penurunan jumlah entitas ilegal yang terlacak beroperasi di wilayah Indonesia. “SWI mencatat pada 2019 terdapat 1.993 entitas pinjaman online ilegal yang beroperasi di Indonesia,” ungkap Tongam dalam acara webinar, Kamis, 19 Agustus 2021.

Pada 2020, menurut Tongam, jumlah entitas yang menawarkan pinjaman dana tanpa izin otoritas itu berkurang menjadi 1.026. “Per Juli 2021 tersisa 442 entitas pinjaman online ilegal, ini sedang kami upayakan berantas,” katanya.

Baca juga  Semester I 2021, Laba Bank Mandiri Capai Rp 12,5 T

Penurunan jumlah entitas ilegal yang masih aktif, menurut Tongam, sejalan dengan bertambahnya pinjaman online yang diberantas oleh SWI. Tongam menjabarkan ada 3.365 entitas pinjaman online ilegal yang diberantas SWI pada 2018 hingga Juli 2021.

Meskipun saat ini masih tersisa 442 entitas ilegal, jumlah aplikasi yang beredar lebih banyak dari itu. Ini terjadi karena sebuah entitas kerap memiliki lebih dari satu aplikasi pinjaman online. “Satu entitas kadang punya dua aplikasi atau lebih, meskipun aplikasi itu baru, peladen (server), data-data, dan karyawan yang menjalankan layanan tetap sama,” jelasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga resmi pemerintah menyatakan terus mengimbau masyarakat agar tidak tertipu investasi bodong maupun terjerat pinjaman online (pinjol) illegal yang belakangan ini juga marak terjadi. Beberapa waktu lalu muncul platform pinjaman online yang tidak memiliki kejelasan bagi para perhimpunan dana (lender).

Baca juga  Pemerintah Kucurkan Subsidi Rp 56,6 Triliun Hingga Akhir Mei 2021

Total kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp 4,16 miliar dari total 400 orang lender yang mendanai 106 proyek yang ditawarkan platform online ini. Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengimbau pada masyarakat untuk mengenali perbedaan fintech lending legal yang terdaftar dan berizin di OJK dengan pinjaman online ilegal yang tidak berizin.

“Agar tidak terjebak dan dirugikan pinjol ilegal di kemudian hari,” ujarnya, seperti dilansir laman Instagram resmi OJK @Ojkindonesia, beberapa waktu lalu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed