by

Tercatat 715 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Terima Vaksin Dosis Ketiga

-Kesehatan-22 views

By Zahra

SELISIK.COM – Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendukung kesehatan terus bertambah. Tercatat 715.296 nakes sudah menerima vaksinasi dosis ketiga.

Dalam laman resmi vaksin.kemkes.go.id, Senin, 6 September 2021, disebutkan vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan sudah mencapai 48,70 persen. Total sasaran vaksinasi untuk kelompok ini sebanyak 1.468.764 orang.

Vaksin booster ini khusus diberikan bagi tenaga kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua. Vaksinasi booster untuk nakes diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021. Pemerintah tak membolehkan kelompok di luar nakes disuntikkan vaksin dosis ketiga.

Vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan menggunakan merek Moderna. Pemerintah memiliki beberapa alasan, di antaranya vaksin Moderna memiliki efikasi yang lebih tinggi dibandingkan merek lain yang beredar saat ini.

Baca juga  BI Beri Bantuan 5.700 Tabung Oksigen

Pemberian vaksin booster tetap memperhatikan kondisi kesehatan sasaran. Jika mempunyai alergi karena tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, mereka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua. Vaksin Moderna yang dipakai sebagai booster ialah mRNA-1273. Penyuntikannya dilakukan melalui intramuskular 0,5 ml per dosis.

Masyarakat belum perlu

Dalam beberapa waktu terakhir ramai dibahas pemberian vaksin booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum. Pakar virologi FKKMK UGM, dr. Mohamad Saifudin Hakim, MSc., PhD., mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini Indonesia belum perlu memberikan vaksin booster bagi masyarakat umum.

Meski demikian, menurut Hakim, vaksin dosis ketiga bisa diberikan secara terbatas kepada tenaga kesehatan (nakes). “Kalau untuk masyarakat umum, belum ada urgensi untuk pemberian vaksin dosis ketiga. Berbeda dengan nakes yang memang diperlukan vaksin booster karena dari sisi jumlah yang sedikit dan mereka adalah pejuang yang berada di garda depan penanganan Covid-19 sehingga berisiko besar terpapar Covid-19,” ungkap Hakim, seperti dilansir laman resmi UGM, Jumat (3/9/2021).

Baca juga  Jokowi Minta Masyarakat tak Tolak Vaksin

Hakim menjelaskan, yang terpenting saat ini justru meningkatkan angka cakupan vaksinasi nasional. Ini karena hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

“Saat ini masyarakat umum yang sudah mendapatkan vaksin hingga dosis kedua masih sedikit, baru sekitar 18%. Jadi, sebaiknya mengejar cakupan vaksin dulu bagi mereka yang belum divaksin, terutama kelompok lansia yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed