Berita Terkini tanpa Kebohongan

Tidak Susah Lho, Ini Diet Sehat yang Sederhana

2 min read
diet sehat, sehat, kesehatan, makanan sehat, pola hidup sehat

By Mentari

SELISIK.COMPola makan yang sehat sangat penting untuk kesehatan dan nutrisi yang baik. Ini melindungi Anda dari banyak penyakit tidak menular kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan mengurangi konsumsi garam, gula, serta lemak jenuh dan lemak trans yang diproduksi secara industri sangat penting untuk pola makan yang sehat.

Diet sehat terdiri dari kombinasi makanan yang berbeda. Ini termasuk:

  • Makanan pokok seperti sereal (gandum, barley, gandum hitam, jagung atau beras) atau umbi-umbian atau akar-akaran yang mengandung tepung (kentang, ubi, talas atau singkong).
  • Kacang-kacangan (lentil dan buncis).
  • Buah dan sayur-sayuran.
  • Makanan dari sumber hewani (daging, ikan, telur dan susu).

Berikut beberapa informasi berguna, berdasarkan rekomendasi WHO, untuk mengikuti pola makan sehat, dan manfaatnya.

  • Menyusui bayi dan anak kecil:
    • Pola makan yang sehat dimulai sejak dini – menyusui mendorong pertumbuhan yang sehat, dan mungkin memiliki manfaat kesehatan jangka panjang, seperti mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas dan mengembangkan penyakit tidak menular di kemudian hari.
    • Memberi bayi ASI eksklusif sejak lahir hingga usia 6 bulan penting untuk pola makan yang sehat. Penting juga untuk mengenalkan beragam makanan pendamping ASI yang aman dan bergizi pada usia 6 bulan, sambil terus memberikan ASI hingga anak Anda berusia dua tahun ke atas.

     

  • Makan banyak sayur dan buah:
    • Mereka adalah sumber penting vitamin, mineral, serat makanan, protein nabati dan antioksidan.
    • Orang dengan pola makan kaya sayur dan buah memiliki risiko lebih rendah terkena obesitas, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan jenis kanker tertentu.

     

  • Makan lebih sedikit lemak:
    • Lemak dan minyak serta sumber energi terkonsentrasi. Makan terlalu banyak, terutama jenis lemak yang salah, seperti lemak jenuh dan lemak trans yang diproduksi secara industri, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
    • Menggunakan minyak nabati tak jenuh (zaitun, kedelai, bunga matahari atau minyak jagung) daripada lemak hewani atau minyak tinggi lemak jenuh (mentega, ghee, lemak babi, kelapa dan minyak sawit) akan membantu mengonsumsi lemak yang lebih sehat.
    • Untuk menghindari penambahan berat badan yang tidak sehat, konsumsi total lemak tidak boleh melebihi 30% dari keseluruhan asupan energi seseorang.

     

  • Batasi asupan gula:
    • Untuk pola makan yang sehat, gula harus mewakili kurang dari 10% total asupan energi Anda. Mengurangi lebih jauh hingga di bawah 5% mempunyai manfaat kesehatan tambahan.
    • Memilih buah-buahan segar dibandingkan camilan manis seperti cookies, cake, dan coklat membantu mengurangi konsumsi gula.
    • Membatasi asupan minuman ringan, soda, dan minuman tinggi gula lainnya (jus buah, minuman beralkohol dan sirup, susu beraroma, dan minuman yogurt) juga membantu mengurangi asupan gula.

     

  • Kurangi asupan garam:
    • Menjaga asupan garam kurang dari 5 jam per hari membantu mencegah hipertensi dan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke pada populasi orang dewasa.
    • Membatasi jumlah garam dan bumbu tinggi sodium (kecap asin dan kecap ikan) saat memasak dan menyiapkan makanan membantu mengurangi asupan garam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.