by

Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan Dipercepat

-Kesehatan-552 Views

By Zahra

SELISIK.COM – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) berkoordinasi dengan Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa bidang Kesehatan. Koordinasi ini terutama untuk mempercepat pelaksanaan uji kompetensi nasional selanjutnya.

“Telah kami koordinasikan, yakni pada Agustus dan September 2021 sehingga lulusan bisa segera mengabdi untuk penanganan pandemi covid-19,” jelas Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Nizam, Ahad (18/7/ 2021).

Kemendikbudristek dan Kemenkes mempercepat pendayagunaan lulusan bidang kesehatan, seperti dokter, perawat, dan bidan sebagai tenaga kesehatan strategis untuk penanganan Covid-19. Mereka ditugaskan untuk merawatan pasien maupun sebagai vaksinator.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenkes, jelas Nizam, kebutuhan tenaga dokter juga dapat dipenuhi dari dokter pasca internship. Perguruan tinggi kini menghasilkan lebih dari 11 ribu dokter profesional setiap tahun.

“Lebih dari 13 ribu dokter program pendidikan dokter spesialis, serta dokter internship yang mendapatkan pelatihan khusus,” kata Nizam.

Menurut Nizam, kesiapan dokter internship telah dilakukan dengan percepatan penerbitan sertifikat profesi dari perguruan tinggi, sertifikat kompetensi dari organisasi profesi. Termasuk surat tanda registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia, bagi sekitar 3.300 lulusan baru Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei 2021.

Baca juga  Problem Lain di Inggris, Muncul Wabah Norovirus

Selain tenaga dokter, diperlukan juga akselerasi pendayagunaan 16.000 tenaga perawat dan bidan, khususnya untuk di wilayah Jawa dan Bali. Kemendikbudristek telah berkoordinasi dengan asosiasi institusi pendidikan dan organisasi profesi untuk menggerakkan lulusan prodi keperawatan dan kebidanan, khususnya bagi 28.000 lulusan uji kompetensi periode Juni 2021 dari wilayah Jawa dan Bali.

Pada saat yang sama, Kemendikbudristek juga menggerakkan Fakultas Kedokteran (FK) dan program studi (prodi) kesehatan untuk mendukung upaya percepatan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidikan. Langkah ini juga untuk mendukung gerakan Vaksinasi Merdeka yang dikoordinasikan oleh Polda Metro Jaya.

Terdata lebih dari 30.000 relawan vaksinator dari FK, RSPTN dan prodi kesehatan. Kemendikbudristek dan Kemenkes juga sedang menyiapkan berbagai regulasi untuk mengatur kewenangan pelayanan, perlindungan keselamatan dan hukum, serta insentif untuk para relawan.

Baca juga  Penerima Vaksin Dosis Pertama Tembus 49,8 Juta Orang

Komisi X DPR sebelumnya meminta Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (KemendikbudristekI merelaksasi aturan uji kompetensi sehingga para mahasiswa kedokteran yang telah lulus bisa segera turun ke lapangan. “Kita saat ini dalam situasi darurat kesehatan,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Sabtu 17 Juli 2021.

Syaiful menyatakan, Indonesia kekurangan Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk membantu menangani pandemi covid-19. “Janganlah mereka yang sebenarnya sudah punya kemampuan dasar dalam menangani pasien terpaksa tidak bisa membantu karena terganjal persoalan administratif,” jelasnya.

Menurut Syaiful, berdasarkan keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ada 3.500 mahasiswa kedokteran yang telah lulus tapi tidak bisa turun ke lapangan. Mereka terhambat uji kompetensi di Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

Dengan langkah ini, diharapkan penanganan Covid-19 bisa lebih baik. Dengan demikian, wabah ini bisa cepat hilang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *