Berita Terkini tanpa Kebohongan

Utang Luar Negeri RI Jadi Rp 6.180 Triliun

2 min read
bi estimasi pertumbuhan ekonomi capai 5 persen pada triwulan iii 2021

By Mentari

SELISIK.COM – Utang Indonesia sering menjadi sorotan, terutama oleh para politisi yang berseberangan dengan pemerintah. Padahal, utang terbagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya utang pemerintah dan swasta. Lalu, bagaimana potret utang RI saat ini?

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III/2023 sebesar US$393,7 miliar atau sekitar Rp6.180 triliun. BI menyebut jumlah utang luar negeri ini turun tipis dibandingkan dengan kondisi Juni 2023 yang mencapai US$396,5 miliar.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, jumlah utang luar negeri RI masih masuk kelompok sehat. Penarikan utang dari luar negeri dan pengelolaannya telah menjalankan prinsip kehati-hatian.

“ULN Indonesia pada kuartal III/2023 tetap terkendali sebagaimana tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto yang turun menjadi 28,9%, dari 29,3% pada kuartal sebelumnya,” ungkap Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (15/13/2023). Dia menuturkan, utang luar negeri Indonesia didominasi obligasi jangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,6% dari total utang.

Untuk menjaga agar struktur ULN tetap sehat, menurut Erwin, BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. “Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” ujarnya.

Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal III/2023 mencapai US$188,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya sebesar US$192,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,3% yoy. Penurunan posisi ULN pemerintah dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lain seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang meningkat.

Erwin menjelaskan, pemerintah dalam hal ini berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel. Pemanfaatan ULN juga terus diarahkan untuk fokus mendukung upaya pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas, sehingga mampu menopang dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah meningkatnya ketidakpastian kondisi perekonomian global.

Posisi ULN swasta pada akhir kuartal III/2023 tercatat sebesar US$196,0 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi kuartal sebelumnya sebesar US$194,6 miliar. Secara tahunan, ULN swasta kembali mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,8% (yoy), melanjutkan kontraksi pada kuartal II/2023 sebesar 5,3% yoy. Kontraksi pertumbuhan ULN swasta utamanya bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,5% (yoy) dan 3,9% (yoy). *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.