by

Varian Delta Covid-19 Mendominasi dalam Beberapa Bulan

By Zahra

SELISIK.COM – Varian Delta Covid-19 sudah mendominasi penularan dalam beberapa bulan terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, varian Delta ini sangat menular dan diperkirakan akan menjadi jenis virus yang dominan selama beberapa bulan mendatang.

WHO mencatat varian Delta pertama kali terdeteksi di India. Saat ini varian ini sudah tersebar di 124 wilayah. Varian ini menyumbang lebih dari tiga perempat spesimen yang diurutkan di banyak negara besar.

“Diharapkan itu akan dengan cepat bersaing dengan varian lain dan menjadi garis keturunan dominan yang beredar selama beberapa bulan mendatang,” ungkap pejabat WHO, Kamis, 22 Juli 2021.

Dari tiga varian virus korona (VOC) lainnya, Alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, telah dilaporkan di 180 wilayah (naik enam wilayah dari minggu lalu). Varian Beta pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, telah dilaporkan di 130 wilayah (naik tujuh wilayah) dan Gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil, di 78 (naik tiga wilayah).

Baca juga  Wabah Virus Baru di Cina Terburuk Sejak Wuhan

Menurut urutan SARS-CoV-2 yang diajukan ke inisiatif sains global GISAID selama empat minggu hingga 20 Juli, prevalensi Delta melebihi 75 persen di beberapa negara. Termasuk di Australia, Bangladesh, Botswana, Inggris, Tiongkok, Denmark, India, Indonesia, Israel, Portugal, Rusia, Singapura, dan Afrika Selatan.

“Bukti yang berkembang mendukung peningkatan transmisibilitas varian Delta dibandingkan dengan non-VOC. Namun, mekanisme yang tepat untuk peningkatan transmisibilitas masih belum jelas,” ujar WHO.

WHO mengungkapkan, secara keseluruhan 3,4 juta kasus baru covid-19 dilaporkan dalam seminggu hingga 18 Juli atau naik 12 persen pada minggu sebelumnya. Pada tingkat ini, diharapkan jumlah kumulatif kasus yang dilaporkan secara global dapat melebihi 200 juta dalam tiga minggu ke depan.

Peningkatan global dalam penularan tampaknya didorong oleh empat faktor, yaitu varian yang lebih menular; relaksasi langkah-langkah kesehatan masyarakat; peningkatan pencampuran sosial; dan sejumlah besar orang yang tidak divaksinasi.

Baca juga  Cegah Penyebaran Covid, Turki Larang Penerbangan dari 6 Negara

Jumlah kasus naik 30% di wilayah Pasifik Barat WHO dan naik 21 persen di wilayah Eropa. WHO mencatat jumlah kasus baru tertinggi dilaporkan dalam pandemi covid-19 , tercatat dari Indonesia (350.273 kasus baru; naik 44 persen), Inggris (296.447 kasus baru; naik 41 persen), dan Brasil (287.610 kasus baru; turun 14 persen).

Jumlah kematian mingguan stabil di 57.000, mirip dengan minggu sebelumnya dan mengikuti penurunan yang stabil selama lebih dari dua bulan. Namun, angka ini tetap saja tinggi.

Kasus di Indonesia juga terbilang tinggi. Bahkan, Indonesia sempat menempati daftar tertinggi negara dengan kasus harian terbanyak di dunia. Inilah yang membuat pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Bahkan, PPKM diperpanjang hingga beberapa hari ke depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed